Hubungan kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di MTsN 6 Karawang

Zamzami, Muhamad Syafi'i (2024) Hubungan kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di MTsN 6 Karawang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2007026003_Muhamad_Syafi'i_Zamzami] Text (Skripsi_2007026003_Muhamad_Syafi'i_Zamzami)
Skripsi_2007026003_Muhamad_Syafi'i_Zamzami.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Status gizi remaja di Indonesia merupakan isu penting yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Kebiasaan sarapan memainkan peran krusial dalam status gizi karena makanan yang dikonsumsi di pagi hari memberikan kontribusi signifikan sekitar 15-30% terhadap asupan nutrisi yang dibutuhkan. Kebiasaan jajan seseorang dapat berdampak signifikan terhadap keseimbangan gizi mereka. Aktivitas fisik yang aktif juga dibutuhkan untuk menyeimbangkan kalori yang diperoleh dengan kalori yang dibakar selama aktivitas.
Penelitian ini menggunakan analisis bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji gamma dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal. Data yang diukur adalah kebiasaan sarapan weekend dan weekday menggunakan food recall 2x24 jam, kebiasaan jajan menggunakan SQ-FFQ, aktivitas fisik menggunakan PAL (Physical Activity Level), status gizi menggunakan timbangan digital dan microtoice (IMT/U).
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar dari status gizi responden sebanyak 40 siswa mengalami obesitas dari 86 siswa. Mayoritas responden memiliki kebiasaan sarapan weekend dan weekday dengan kategori lebih (36,0%) dan (39,5%). Kemudian mayoritas responden mempunyai kebiasaan jajan dengan kategori tinggi (53,5%). Sebagian besar responden mempunyai aktivitas fisik dengan kategori ringan (70,9%). Hasil analisis bivariat menunujukan status gizi memiliki hubungan dengan ketiga variabel yaitu kebiasaan sarapan weekend dan weekday (nilai p = 0,001 dan 0,044), kebiasaan jajan (nilai p = 0,000) dan aktivitas fisik (nilai p = 0,000).
Analisis multivariat menunjukan bahwa kebisaan jajan memiliki pengaruh terhadap status gizi sebesar 85,2% sedangkan 14,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Kebiasaan jajan lebih mempengaruhi status gizi sebesar 2,33 kali, dibandingkan dengan kebiasaan sarapan weekend dan weekday yang berpengaruh 1,27 dan 1,33 kali terhadap status gizi dan aktivitas fisik yang berpengaruh 1,23 kali terhadap status gizi. Maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap status gizi dan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan dan aktivitas fisik.

ABSTRACT:
The nutritional Status of adolescents in Indonesia is an important issue that requires special attention from the government. Breakfast habits play a crucial role in nutritional status because the food consumed in the morning contributes significantly about 15-30% to the intake of nutrients needed. A person's snacking habits can have a significant impact on their nutritional balance. Active physical activity is also needed to balance the calories gained with the calories burned during the activity.
This study used bivariate analysis. Bivariate analysis using gamma test and multivariate analysis using ordinal logistic regression test. The data measured were weekend and weekday breakfast habits using 2x24-hour food recall, snack habits using SQ-FFQ, physical activity using PAL (Physical Activity Level), nutritional status using digital scales and microtoice (BMI/U).
The results showed that most of the respondents ' nutritional status as many as 40 students were obese from 86 students. The majority of respondents have breakfast habits weekend and weekday with more categories (36.0%) and (39.5%). Then the majority of respondents have snack habits with high category (53.5%). Most respondents have physical activity with a light category (70.9%). The results of bivariate analysis showed that nutritional status has a relationship with three variables, namely weekend and weekday breakfast habits (p value = 0.001 and 0.044), snack habits (p value = 0.000) and physical activity (p value = 0.000).
Multivariate analysis showed that the usefulness of snacks has an influence on the nutritional status of 85.2% while 14.8% influenced by other factors. Snack habits affect nutritional status by 2.33 times, compared with weekend and weekday breakfast habits that affect 1.27 and 1.33 times on nutritional status and physical activity that affects 1.23 times on nutritional status. It can be concluded that snack habits are the most influential factor on nutritional status and there is a significant relationship between nutritional status with breakfast habits, snack habits and physical activity.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Aktivitas fisik; Kebiasaan jajan; Kebiasaan sarapan; Remaja; Status gizi
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 613 Promotion of health
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 19 May 2026 02:15
Last Modified: 19 May 2026 02:15
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29693

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics