Keragaman genetik edelweiss di Gunung Sumbing menggunakan dna barcoding dan upaya konservasinya
Juwarsyah, Ahmad (2024) Keragaman genetik edelweiss di Gunung Sumbing menggunakan dna barcoding dan upaya konservasinya. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2108016083 - Ahmad Juwarsyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Edelweis (Anaphalis sp.) merupakan tumbuhan langka yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik genetik edelweis di Gunung Sumbing serta mengkaji tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait konservasinya. Karakteristik genetik dianalisis menggunakan gen kloroplas maturase-K (matK) melalui metode DNA barcoding. Analisis molekuler melibatkan isolasi DNA, PCR, sekuensing, penjAjaran urutan DNA, dan rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode UPGMA dengan model Tamura 3-parameter dan uji bootstrap 1000 kali pengulangan. Data tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis faktor eksploratoris. Hasil analisis genetik DNA barcoding menggunakan sekuen matK dan didukung dengan analisis secara morfologi, penelitian ini mengungkap bahwa edelweis yang ditemukan di Gunung Sumbing merupakan spesies Anaphalis javanica Sch.Bip. yang berhasil terkarakterisasi dengan panjang sekuen hasil contig pada sampel AJ1 yaitu 851 bp, AJ2 yaitu 851 bp dan AJ3 yaitu 849 bp, kemudian hasil analisis komposisi nukleotida dari tiga sekuen DNA spesies Anaphalis javanica, AJ1 dan AJ2 menunjukkan distribusi yang sama yaitu T: 36,5%, C: 17,5%, A: 29,1% dan G:16,8%, sedangkan AJ3 memiliki distribusi T: 36,6%, C: 17,6%, A: 29% dan G:16,8%. Hasil analisis faktor menunjukkan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai status konservasi edelweis adalah tinggi. Sebanyak 38 responden yang terdiri dari masyarakat lokal dan pendaki Gunung Sumbing, menunjukkan kesadaran konservasi edelweis yang tinggi (skor 4,3/5) dan 15% pernah terlibat langsung dalam konservasi. Sebanyak 85% mengetahui status konservasi edelweis dan 40% memahami ancaman utamanya. Faktor ini menunjukkan minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam konservasi dan harapan akan peningkatan kualitas program, termasuk saran agar program lebih inklusif serta melibatkan warga lokal dalam pelatihan dan edukasi tentang edelweis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anaphalis javanica; Edelweis; Gunung Sumbing; Konservasi; MatK |
| Subjects: | 600 Technology (Applied sciences) > 630 Agriculture > 635 Garden crops (Horticulture) |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > 46201 - Biologi |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 02:23 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 02:23 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29799 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
