Hubungan asupan zat besi, frekuensi minum teh, dan status kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 13 Semarang

Astuti, Dwi Margi (2024) Hubungan asupan zat besi, frekuensi minum teh, dan status kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 13 Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2007026064_Dwi_Margi_Astuti] Text (Skripsi_2007026064_Dwi_Margi_Astuti)
Skripsi_2007026064_Dwi_Margi_Astuti.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi kesehatan dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Penyebab terjadinya anemia antara lain pola makan yang tidak baik, status gizi, siklus menstruasi, kekurangan nutrisi seperti zat besi, asam folat, protein, dan konsumsi inhibitor zat besi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan zat besi, frekuensi minum teh, dan status Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 13 Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di SMAN 13 Semarang. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel 69 responden. Data asupan zat besi dan frekuensi minum teh diperoleh dengan wawancara SQ-FFQ, KEK dengan mengukur LiLA, dan anemia dengan alat Mission Hb. Uji bivariat pada penelitian ini menggunakan uji gamma, sedangkan uji multivariat dengan uji regresi logistik ordinal.
Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan zat besi dengan kejadian anemia (p=0,000), terdapat hubungan frekuensi minum teh dengan kejadian anemia (p=0,000), dan terdapat hubungan antara status Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian anemia (p=0,026). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa asupan zat besi berpengaruh sebesar 9,91 kali dibandingkan dengan frekuensi minum teh sebesar 5,05 kali dan status Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebesar 1,33 kali.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan zat besi, frekuensi minum teh, dan status Kekurangan Energi Kronik (KEK) terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 13 Semarang dengan asupan zat besi sebagai variabel yang paling berpengaruh.

ABSTRACT:
Background: Anemia is a health condition where the hemoglobin level in the blood is below normal limits. Causes of anemia include poor diet, nutritional status, menstrual cycle, lack of nutrients such as iron, folic acid, protein, and consumption of iron inhibitors.
Objective: To determine the relationship between iron intake, frequency of drinking tea, and Chronic Energy Deficiency (KEK) status with the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 13 Semarang.
Method: This research is a type of quantitative correlational research with a cross-sectional design conducted at SMAN 13 Semarang. Sampling used the consecutive sampling method with a sample size of 69 respondents. Data on iron intake and frequency of drinking tea were obtained using SQ-FFQ, KEK by measuring LiLA, and anemia using the Mission Hb tool. The bivariate test in this study used the gamma test, while the multivariate test was carried out using the ordinal logistic regression test.
Result: The bivariate test results showed that there was a relationship between iron intake and the incidence of anemia (p=0.000), there was a relationship between the frequency of drinking tea and the incidence of anemia (p=0.000), and there was a relationship between Chronic Energy Deficiency (CED) status and the incidence of anemia (p =0.026). Multivariate test results show that iron intake has an effect of 9.91 times compared to the frequency of drinking tea of 5.05 times and Chronic Energy Deficiency (CED) status of 1.33 times.
Conclusion: There is a relationship between iron intake, frequency of drinking tea, and Chronic Energy Deficiency (KEK) status with the incidence of anemia in adolescent girls at SMA Negeri 13 Semarang with iron intake as the most influential variable.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Anemia; Kekurangan Energi Kronik (KEK); Remaja putri; Teh; Zat besi
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine > 613 Promotion of health
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 13211 - Gizi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 05 Jun 2026 03:51
Last Modified: 05 Jun 2026 03:51
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29817

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics