Internalisasi nilai toleransi di kalangan mahasiswa : studi kasus jaringan Komunitas Gudurian UIN Walisongo Semarang

Nurhidayat, Khoirul (2024) Internalisasi nilai toleransi di kalangan mahasiswa : studi kasus jaringan Komunitas Gudurian UIN Walisongo Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2006026051_Khoirul_Nurhidayat] Text (Skripsi_2006026051_Khoirul_Nurhidayat)
Skripsi_2006026051_Khoirul_Nurhidayat.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Keberagaman latar belakang budaya, agama, dan sosial menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam menjaga keharmonisan bangsa Indonesia. Dalam konteks kampus, UIN Walisongo Semarang sebagai lembaga pendidikan Islam turut merasakan dinamika ini. Komunitas Gusdurian di UIN Walisongo memainkan peran dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan di kalangan mahasiswa. Melalui berbagai kegiatan seperti Seminar Indonesia Rumah Bersama dan Kelas Pemikiran Gusdur, komunitas ini berupaya untuk menginternalisasi pemikiran Gusdur dalam kehidupan kampus. Tujuan peneliti mengambil judul ini karena peneliti tertarik untuk memahami peran komunitas Gusdurian UIN Walisongo dalam internalisasi nilai toleransi dan dampak keberadaaan komunitas Gusdurian dalam peningkatan nilai toleransi di kalangan mahasiswa UIN Walisongo
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendalami peran Komunitas Gusdurian UIN Walisongo dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif serta dampaknya terhadap peningkatan sikap toleransi mahasiswa. Teori yang digunakan di penelitian ini menggunakan teori kontruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan dari berbagai posisi terkait komunitas dan mahasiswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan induktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam serta menyajikan hasil dalam bentuk narasi dan bagan yang mendukung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Gusdurian UIN Walisongo memiliki peran signifikan dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan menghargai keberagaman. Melalui berbagai program dan kegiatan, komunitas ini berhasil meningkatkan kesadaran toleransi di kalangan mahasiswa, meskipun tantangan dalam menghadapi perbedaan masih ada. Pengurus dan anggota komunitas menyampaikan bahwa kegiatan diskusi, seminar, dan pelatihan toleransi memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya keberagaman. Namun, keberhasilan ini bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus. Dukungan dari pihak universitas sangat penting untuk memperluas dampak positif yang dihasilkan komunitas ini dalam menciptakan harmoni sosial.

ABSTRACT:
The diversity of cultural, religious, and social backgrounds is both a wealth and a challenge in maintaining the harmony of the Indonesian nation. In the campus context, UIN Walisongo Semarang as an Islamic educational institution also feels this dynamic. The Gusdurian community at UIN Walisongo plays a role in fostering the values of tolerance, humanity among students. Through various activities such as the Indonesia Rumah Bersama Seminar and the Gusdur Thought Class, this community seeks to internalize Gusdur's thoughts in campus life. The purpose of the researcher taking this title is because the researcher is interested in understanding the role of the Gusdurian UIN Walisongo community in internalizing the value of tolerance and the impact of the existence of the Gusdurian community in increasing the value of tolerance among students of UIN Walisongo.
This study uses a qualitative research method with a descriptive approach to explore the role of the UIN Walisongo Gusdurian Community in creating an inclusive campus environment and its impact on increasing students' tolerance attitudes. The theory used in this study uses the social construction theory of Peter L. Berger and Thomas Luckman. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with informants from various positions related to the community and students. Data were analyzed using an inductive approach, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions to gain a deeper understanding and present the results in the form of narratives and supporting charts.
The results of this study indicate that the Gusdurian Community of UIN Walisongo has a significant role in creating an inclusive campus environment that values diversity. Through various programs and activities, this community has succeeded in increasing awareness of tolerance among students, although challenges in dealing with differences still exist. The administrators and members of the community said that discussion activities, seminars, and tolerance training strengthened students' understanding of the importance of diversity. However, this success depends on the active participation of all elements of the campus. Support from the university is essential to expand the positive impact of this community in creating social harmony harmony.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Internalisasi; Toleransi; Komunitas Gusdurian; Mahasiswa
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 201 Religious mythology, general classes of religion, interreligious relations and attitudes, social theology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 12 Jun 2026 01:29
Last Modified: 12 Jun 2026 01:29
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30014

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics