Makna dan praktek toleransi umat Islam dengan penganut Sunda Wiwitan di Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi

Wardiyah, Septi (2024) Makna dan praktek toleransi umat Islam dengan penganut Sunda Wiwitan di Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.

[thumbnail of 2004036036 - SEPTI WARDIYAH] Text (2004036036 - SEPTI WARDIYAH)
2004036036 - SEPTI WARDIYAH.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Kampung Adat Cireundeu terletak di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, dan dikenal karena menjaga tradisi serta kepercayaan Sunda Wiwitan. Kehidupan masyarakat di kampung ini menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi, meskipun berada di tengah mayoritas penduduk beragama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna toleransi serta berbagai praktik yang diterapkan oleh masyarakat Sunda Wiwitan dan Islam di Kampung Adat Cireundeu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara mendalam. Teori toleransi Gus Dur mencakup elemen kemanusiaan dan mendukung kaum minoritas dan kekeluargaan dengan nilai-nilai seperti ketauhidan, keadilan, kesederhanaan, persaudaraan, kemanusiaan, kearifan lokal, dan kesetaraan. Semua nilai-nilai ini digunakan dalam analisis data ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna toleransi bagi masyarakat Kampung Adat Cireundeu mencakup rasa nyaman, kedamaian, dan saling menghargai terhadap perbedaan keyakinan. Seperti yang terdapat dalam teori Gus Dur masyarakat Kampung Adat Cireundeu dapat memaknai prinsip kemanusiaan, mendukung kaum minoritas, dan kekeluargaan sebagai pengikat sosial, mempererat solidaritas, dan menciptakan toleransi. Praktek toleransi diwujudkan melalui berbagai bentuk interaksi, seperti gotong royong dalam kegiatan sosial, saling membantu dalam acara keagamaan, serta penghormatan terhadap perayaan hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Rajaban, maupun ritual adat Sunda Wiwitan seperti Seren Taun. Keberagaman di Kampung Adat Cireundeu tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun perdamaian yang berlandaskan nilai-nilai kekeluargaan sebagaimana teori Gus Dur yang telah di jelaskan. Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi di Kampung Adat Cireundeu merupakan perpaduan antara nilai adat dan ajaran universal, yang relevan untuk menjadi model kerukunan dalam masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Toleransi agama; Kampung adat; Sunda Wiwitan; Umat Islam
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.28 Islam and other believes > 297.289 Islam and atheism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama
Depositing User: Siti Purwati
Date Deposited: 06 Jul 2026 06:22
Last Modified: 09 Jul 2026 06:49
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30022

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics