Analisis semiotika terhadap Film Pamali: Dusun Pocong (2023)
Fitria, Maulida (2024) Analisis semiotika terhadap Film Pamali: Dusun Pocong (2023). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
1904016034 - Maulida Fitria.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Maulida Fitria, 1904016034 “Analisis Semiotika dalam Film Pamali Dusun Pocong”, Skrispsi Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negri Walisongo Semarang.
Pamali dapat diartikan sebagai suatu larangan berdasarkan tradisi atau budaya, yang dilarang untuk dilakukan karena dipercaya dapat membawa malapetaka atau dampak negatif bagi pelakunya maupun orang di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika suatu tindakan dianggap tidak diperbolehkan, cukup disampaikan dengan kata “pamali”. Dengan demikian, pamali adalah sebuah larangan yang bersifat sakral dalam tradisi, yang diyakini akan mendatangkan bencana apabila dilanggar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotika Roland Barthes Tujuan dari penelitian ini yaitu: narasi mitos dalam film Pamali Dusun Pocong dan bagaimana makna denotasi dan konotasi dalam film Pamali Dusun Pocong. Pendekatan yang dipilih dalam penelitian yaitu: dokumentasi dan Pustaka. Dari hasil penelitian ini menunjukan, (1) Film Pamali: Dusun Pocong (2023) adalah salah satu film horor Indonesia yang kaya akan simbolisme dan mitos lokal. Film ini menghadirkan berbagai unsur budaya dan kepercayaan tradisional, larangan-larangan adat, serta tanda-tanda alam yang berhubungan erat dengan mitos masyarakat. (2) Adapun analisis semiotika terhadap film Pamali: Dusun Pocong menunjukan bahwa a) Duduk di Atas Kuburan secara denotatif berarti duduk diatas kuburan orang meninggal dengan makna konotatif adalah ketidaksopanan adapun mitosnya membawa kesialan, b) Membuka Payung di Dalam Rumah secara denotatif berarti melindungi dari hujan dengan makna konotatif adalah mendatangkan kesialan adapun mitosnya menarik energi negatif, c) Meninggalkan Jenazah Sendirian di dalam Ruangan secara denotatif berarti seseorang yang telah meninggal dunia dengan makna konotatif ketidakpedulian terhadap jenazah adapun mitosnya janazah diusik makhluk halus, d) Berbicara Sembarangan secara denotatif berarti berbicara tanpa kontrol dengan makna konotatif dapat mengusik arwah adapun mitosnya mendatangkan kesialan, e) Bersiul di malam hari secara denotatif menghasilkan bunyi melalui bibir dengan makna konotatif dapat mengundang makhluk halus adapun mitosnya mengundang energi negatif, f) Tidak menutup jendela ketika menjelang malam hari secara denotatif berarti jendela sebagai ailran udara dengan makna konotatif berarti melindungi rumah dari ancaman adapun mitosnya melindungi dari makhluk halus, g) Penempatan jenazah secara terbalik secara denotatif berarti posisi jenazah saat dimakamkan dengan makna konotatif perasaan bersalah dan ketakutan adapun mitosnya memancing reaksi dari makhluk halus, h) aksara sunda secara denotatif berarti ukiran aksara Sunda dengan makna konotatif berarti mengingatkan akan pentingnya pantangan adapun mitosnya pelindung spiritual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pamali; Mitos; Semiotika Roland Barthes; Film Pamali; Dusun Pocong |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.28 Islam and other believes |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 08:43 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 08:43 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30116 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
