Fenomena anak punk dalam perspektif filsafat akhlak Ibnu Miskawaih di Kabupaten Gresik Jawa Timur

Sulthoni, Muhaeimin (2024) Fenomena anak punk dalam perspektif filsafat akhlak Ibnu Miskawaih di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 2004016005 - Muhaeimin Sulthoni] Text (2004016005 - Muhaeimin Sulthoni)
2004016005 - Muhaeimin Sulthoni.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena anak punk di Kabupaten Gresik dengan fokus pada tiga permasalahan utama, yaitu: 1. bagaimana karakteristik dan perilaku anak punk di Kabupaten Gresik; 2. bagaimana fenomena anak punk dipandang dalam perspektif Filsafat Akhlak Ibnu Miskawaih; dan 3. bagaimana tanggapan masyarakat Kabupaten Gresik terhadap fenomena anak punk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam fenomena yang terjadi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sesui dengan tiga permasalahan diatas yaitu: 1. Anak punk di Gresik memiliki gaya hidup unik dengan ciri khas rambut berwarna, pakaian mencolok, dan aksesori ekstrem. Aktivitas mereka, seperti mengamen dan berkumpul di tempat umum, dianggap menyimpang oleh masyarakat; 2. Dalam konsep wasatiyah Ibnu Miskawaih, anak punk menunjukkan potensi keseimbangan antara akal, emosi, dan tindakan. Solidaritas dan kebebasan mereka adalah cerminan akhlak yang dapat diarahkan melalui pembiasaan moral. Dengan pendidikan akhlak, mereka dapat mencapai keseimbangan yang tidak melanggar norma, tanpa kehilangan identitas; 3. Tanggapan masyarakat Gresik beragam. Sebagian besar menganggap mereka negatif sebagai gangguan sosial, tetapi sebagian lainnya melihat sisi positif seperti solidaritas dan ketahanan hidup. Dalam perspektif wasatiyah, masyarakat perlu bersikap adil dengan memahami latar belakang mereka, memberikan dukungan inklusif untuk perbaikan akhlak dan sosial mereka. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena anak punk di Kabupaten Gresik dianalisis melalui konsep wasathiyyah Filsafat Akhlak Ibnu Miskawaih, yaitu pentingnya keseimbangan antara nafsu (bahimiyyah), emosi (ghadabiyyah), dan akal (al-natiqah). Fenomena ini mencerminkan ketidakseimbangan dalam pembentukan akhlak, yang dapat diarahkan melalui pendidikan akhlak untuk menyeimbangkan kebebasan dengan norma dan nilai moral. Masyarakat berperan penting dalam memberikan pembinaan yang mendukung keseimbangan tersebut. Dengan pendekatan ini, anak punk dapat memahami dan menjalani kehidupan yang harmonis sesuai dengan nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Anak punk; Filsafat akhlak; Ibnu Miskawaih
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.41 Sufi theology
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:35
Last Modified: 18 Jun 2026 02:35
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30127

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics