Nilai-nilai filosofis dalam tradisi Nyorog Suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur : perspektif semiotika Roland Barthes

Arifin, Muhammad Vicky Baihaqi (2024) Nilai-nilai filosofis dalam tradisi Nyorog Suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur : perspektif semiotika Roland Barthes. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 2004016014 - MUHAMMAD VICKY BAIHAQI ARIFIN] Text (2004016014 - MUHAMMAD VICKY BAIHAQI ARIFIN)
2004016014 - MUHAMMAD VICKY BAIHAQI ARIFIN.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Akhir-akhir ini, salah satu masalah serius bagi masyarakat suku Betawi adalah banyaknya orang Betawi yang mulai meninggalkan tradisi suku Betawi khusunya adalah tradisi nyorog, hal ini diperkuat karena banyaknya suku Betawi yang terelokasi ke kota lain, selain itu banyak dari kalangan remaja Betawi yang tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan tradisi nyorog dan bagaimana pelaksanaannya. Tidak hanya itu masyarakat Betawi mulai banyak menganggap nyorog sebagai sebuah tradisi yang biasa saja, padahal dalam tradisi nyorog terdapat nilai-nilai filosofis didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana prosesi dalam tradisi nyorog suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang dan 2. Mengetahui nilai-nilai filosofis perspektif semiotika Roland Barthes dalam tradisi nyorog suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenisnya penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan mencari data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam tradisi nyorog, memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos. Dari hasil penelitian didapati 1. Prosesi dalam tradisi nyorog suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang dimana diawali dengan memasak makanan, kemudian makanan yang dimasak diberikan kepada orang yang dituakan, selanjutnya makanan adat yang diberikan dimakan secara bersama-sama dan diakhiri dengan doa dan bermaafan. 2. Nilai-nilai filosofis dalam tradisi nyorog suku Betawi di Kelurahan Pulo Gebang seperti nilai sosial yakni nilai kerukunan dan persaudaraan. Kemudian nilai moral seperti nilai kasih sayang, nilai penghormatan dan bakti kepada orang tua. Dan ada nilai estetika yang ada nilai kebersamaan didalamnya. Kemudian nilai religius yakni nilai syukur kepada Allah Swt.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Tadisi Nyorog Betawi; Semiotika; Roland Barthes
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 102 Miscellany of philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 18 Jun 2026 02:43
Last Modified: 18 Jun 2026 02:43
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30129

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics