Independensi hakim dalam disparitas hukuman tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam pasal 365 ayat 1 kitab Undang-Undang hukum pidana : KUHP di Pengadilan Negeri Kendal : studi putusan Nomor 6/pid.b/2023/pn kdl dan putusan Nomor 2/pid.b/2024/pn kdl
Diana, Dewi Nur (2024) Independensi hakim dalam disparitas hukuman tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam pasal 365 ayat 1 kitab Undang-Undang hukum pidana : KUHP di Pengadilan Negeri Kendal : studi putusan Nomor 6/pid.b/2023/pn kdl dan putusan Nomor 2/pid.b/2024/pn kdl. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.
2102056006 - DEWI NUR DIANA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Independensi hakim dalam disparitas hukuman adalah terjadinya perbedaan penjatuhan hukuman pada putusan yang berbeda oleh hakim kepada terdakwa dengan terdakwa lainnya dalam kasus tindak pidana yang sama atau serupa dengan hak independensi yang di miliki hakim sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya disparitas hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai independensi hakim dalam disparitas hukuman tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam pasal 365 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pada Putusan Nomor 6/Pid.B/2023/PN Kdl dan Putusan Nomor 2/Pid.B/2024/PN Kdl di Pengadilan Negeri Kendal. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yang bersifat kualitatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Putusan Nomor 6/Pid.B/2023/PN Kdl dan Putusan Nomor 2/Pid.B/2024/PN Kdl, Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana(KUHAP). Sedangkan data sekunder dari penelitian ini berasal dari hasil wawancara dengan hakim Pengadilan Negeri Kendal yang menangani salah satu putusan di atas yaitu Bapak Bustaruddin, M.H, serta dari buku-buku, jurnal, maupun karya tulis terdahulu yang selanjutnya data-data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, pada kedua putusan yang dianalisis terbukti terjadi disparitas hukuman yang dijatuhkan oleh hakim yaitu pada Putusan Nomor 6/Pid.B/2023/PN Kdl terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan sedangkan pada Putusan Nomor 2/Pid.B/2024/PN Kdl terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 10 bulan yang mana kedua putusan tersebut terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dituntut dengan pasal yang sama yaitu pasal 365 ayat 1 KUHP. Kedua, terjadinya disparitas hukuman disebabkan adanya independensi hakim yang ada di dalam pertimbangan hakim yang didasarkan pada akibat yang ditimbulkan terdakwa yaitu kerugian terhadap korban. Pada Putusan Nomor 6/Pid.B/2023/PN Kdl korban mengalami kerugian sebesar Rp3.200.000 karena terdakwa sudah menjual barang hasil curiannya sedangkan pada Putusan Nomor 2/Pid.B/2024/PN Kdl korban mengalami kerugian Rp13.399.000 tetapi barang yang di curi dapat di kembalikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Independensi Hakim; Disparitas; Pencurian |
| Subjects: | 300 Social sciences > 340 Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Siti Purwati |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:27 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:32 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30131 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
