Konsep pengendalian diri : studi komparatif pemikiran Marcus Aurelius dan Ibnu Miskawaih
Febriana, Dika Dwi (2024) Konsep pengendalian diri : studi komparatif pemikiran Marcus Aurelius dan Ibnu Miskawaih. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004016029 - Dika Dwi Febriana.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Krisis Pengendalian diri di era sekarang menjadi permasalahan yang serius. Permasalahan ini terjadi ketika orang tidak mampu mengendalikan emosi yang ada di dalam dirinya. Derasnya informasi menjadi salah satu faktor manusia tidak bisa mengontrol dirinya. Konsekuensinya dapat berdampak pada kehidupan pribadi manusia dan sosialnya. Jika manusia mampu mengendalikan dirinya, manusia akan terhindar dari keadaan emosi yang mengarahkan pada tindakan yang negatif. Eksplorasi pemikiran tentang pengendalian diri, penulis meneliti dua tokoh filsuf, yaitu Marcus Aurelius dan Ibnu Miskawaih. Tujuan penelitian ini adalah: pertama menjelaskan konsep pengendalian diri dalam perspektif Marcus Aurelius dan Ibnu Miskawaih, kedua membedah garis persamaan dan perbedaan konsep pengendalian diri dalam Perspektif Marcus Aurelius dan Ibnu Miskawaih. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan, Penulis merujuk dan mengumpulkan data dari berbagai literatur yang berhubungan dengan judul yang diteliti. Teori yang digunakan ialah teori genealogi, yaitu sebuah metode historis yang difungsikan sebagai mempertanyakan munculnya keyakinan filosofis, pemikiran dan totalitas diskursus. Teori genealogi ini juga digunakan untuk membedah riwayat hidup tokoh, yaitu latar belakang keluarga, perjalanan pendidikan, dan produk pemikirannya. Genealogi ditujukan untuk menjangkau latar belakang dan pemikiran tokoh yang penulis teliti dan mengetahui alasan mengapa tokoh tersebut mempunyai pemikiran seperti itu. Hasil penelitian ini, bahwa konsep pengendalian diri perspektif Marcus Aurelius adalah sebuah metode fundamental bagi manusia yang berperan penting dalam mencapai ketenangan batin dan kehidupan yang bijaksana. Pendekatannya ialah dengan memusatkan pikiran pada hal-hal yang di dalam kendali, bukan pada hal-hal di luar kendali. Sedangkan pengendalian diri perspektif Ibnu Miskawaih adalah metode yang menghantarkan manusia pada keadaan yang mulia, yaitu keadaan manusia yang selalu menggunakan akal dalam bertindak atau an-Nathiqah. Pengendalian diri Ibnu Miskawaih ini bertujuan membentuk karakter moral yang baik. Pendeketannya ialah dengan latihan diri pada kegiatan yang baik atau al-‘Adat al-Hasanah, serta melalui syariat keagamaan, agar terbentuk karakter moral baik yang sesuai dengan ajaran Islam. Perbedaannya adalah Marcus selalu mengedapankan fungsi akal untuk manusia bisa mengendalikan diri. Sedangkan Ibnu Miskawaih, selain mendayagukan akal, harus beriringan dengan syariat keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengendalian diri; Marcus Aurelius; Ibnu Miskawaih |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 152 Perception, movement, emotions, drives |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 03:03 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 03:03 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30133 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
