Formasi eksistensialisme dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar karya Jean Paul Sartre
Raymand, Timoti Jastin (2024) Formasi eksistensialisme dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar karya Jean Paul Sartre. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004016070 - Timoti Jastin Raymand.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Persoalan eksistensial manusia kerap diwarnai oleh kecemasan yang muncul akibat penilaian dari orang lain. Nilai diri seseorang seringkali diukur berdasarkan pandangan eksternal, seperti status sosial, penampilan, atau pencapaian material. Sehingga menciptakan tekanan bagi individu untuk memenuhi harapan dan standar yang ditetapkan oleh lingkungan sekitar, akhirnya memicu rasa kecemasan, tidak autentik, dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formasi eksistensialisme dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar Jean Paul Sartre. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan metode pengumpulan data melalui penelusuran terhadap sumber-sumber kepustakaan yang relevan. Menggunakan metode pendekatan hermeneutika Hans Georg Gadamer dilanjutkan dengan analisis deskriptif dan konten isi (content analysis). Sumber primer penelitian ini ialah buku Neraka adalah Orang Lain khususnya bagian kedua mengenai Naskah Drama Tiada Jalan Keluar Karya Jean Paul Sartre. Tampaknya gambaran mengenai hubungan intersubjektif manusia tergambar dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar yang berusaha memaparkan konsep hubungan individu dengan orang lain. Dari sini timbul permasalahan yaitu bagaimana formasi eksistensialisme dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar Jean Paul Sartre. Hasil penelitian ini ialah Formasi eksistensialisme dalam naskah drama Tiada Jalan Keluar diuraikan ke dalam beberapa topik pembahasan, yaitu: (1) Diri (etre pour soi) dan Orang Lain (etre en autri). (2) Bad Faith (Mauvois foi) yang menunjukan dua keadaan yaitu, sikap seseorang yang menghindari kebebasan dan tanggung jawab dan konsep usaha untuk membatasi diri mereka menjadi suatu esensi yang tetap. (3) Tatapan (The Look/Le Regard) menunjukan mengenai keadaan eksistensial manusia dalam artian relasi dengan sesama. (4) Penyakalan dan Pengakuan adalah sebuah sikap perpindahan, perubahan, dan pengalihan dari satu keadaaan ke keadaan yang lain, dan kebutuhan akan validasi dari orang lain. (5) Kecemasan (angst) yang muncul akibat potensi dan kebebasan yang tak terbatas dari diri sendiri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Eksistensialisme; Naskah drama; Drama Tiada Jalan Keluar |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 103 Dictionaries of philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 03:43 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 03:43 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30138 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
