Penanganan gangguan kecemasan perspektif Ismā’īl Ḥaqqī Al-Burūsawī dalam Tafsīr Rūḥ Al-Bayān

Ulhaq, Rafdi Dhiya (2024) Penanganan gangguan kecemasan perspektif Ismā’īl Ḥaqqī Al-Burūsawī dalam Tafsīr Rūḥ Al-Bayān. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 1904026069 - RAFDI DHIYA ULHAQ] Text (1904026069 - RAFDI DHIYA ULHAQ)
1904026069 - RAFDI DHIYA ULHAQ.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum dan mendesak di masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Tingginya prevalensi gangguan ini memerlukan pendekatan yang lebih holistik dalam penanganannya, termasuk eksplorasi aspek spiritual sebagai pelengkap terapi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan metode penanganan gangguan kecemasan menurut Ismā’īl Ḥaqqī Al-Burūsawī dalam Tafsīr Rūḥ Al-Bayān. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana Al-Burūsawī memaknai gangguan kecemasan dan metode penanganannya berdasarkan perspektif Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber utama penelitian adalah Tafsīr Rūḥ Al-Bayān, didukung oleh literatur sekunder berupa buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi dengan fokus pada pendekatan praktis penanganan gangguan kecemasan yang diusulkan oleh Al-Burūsawī, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Analisis dilakukan dengan menghubungkan antara penafsiran Al-Burūsawī, ajaran Islam, dan relevansinya dalam konteks kesehatan mental kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Rūḥ Al-Bayān karya Ismā’īl Ḥaqqī Al-Burūsawī memberikan pemahaman mendalam mengenai gangguan kecemasan melalui istilah-istilah seperti kesempitan jiwa (ḍayq), kegelisahan (ḥalūʿa), ketakutan (khauf), dan kesedihan (ḥuzn). Al-Burūsawī menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam penanganan gangguan kecemasan, dengan menonjolkan praktik ibadah seperti shalat dan dzikir sebagai alat untuk mencapai ketenangan hati. Selain itu, pengelolaan emosi negatif melalui kesabaran dan dukungan sosial dari komunitas juga diidentifikasi sebagai faktor penting yang dapat membantu individu menghadapi tantangan emosional. Terakhir, penerapan mekanisme coping melalui prinsip sabar, syukur, dan dukungan sosial menjadi strategi penting yang meningkatkan kesejahteraan mental.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Gangguan kecemasan; Ismā’īl Ḥaqqī Al-Burūsawī; Tafsīr Rūḥ Al-Bayān
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 152 Perception, movement, emotions, drives
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 19 Jun 2026 04:41
Last Modified: 19 Jun 2026 04:41
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30155

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics