Makna Nafs dalam Tafsir Al-Azhār karya Abdul Mālik Karīm Amrullāh
Fitriani, Siti Nur Azizah (2024) Makna Nafs dalam Tafsir Al-Azhār karya Abdul Mālik Karīm Amrullāh. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
1904026091 - SITI NUR AZIZAH FITRIANI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Manusia adalah makhluk yang paling unggul menurut Allah sebab keindahan bentuk dan keseimbangan posturnya, serta keberadaan akal dan ruh yang teratur serta sempurna pada dirinya. Susunan organ-organ manusia tersusun dengan kelembutan dan keteraturan, mencerminkan kesempurnaan sifat. Namun, tidak sedikit manusia yang cenderung kepada dorongan-dorongan rendah yang dapat mengarah pada hal-hal negatif.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelajahi pemahaman Hamka memberikan pandangannya tentang makna ayat-ayat yang membahas nafs pada Al-Qur’an, sebagaimana diterangkan pada Tafsir Al-Azhār. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi interpretasi Hamka mengenai ayat-ayat yang mengacu pada nafs dalam tafsir Al-Azhᾱr, yang memperhatikan dua makna nafs: jiwa dan nafsu. Selain itu, penelitian ini juga bermaksud untuk memahami esensi dari konsep nafs yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut, serta menggali corak penafsiran yang digunakan Hamka terhadap kata nafs.
Studi ini meneliti makna ayat-ayat Al-Qur’an yang menguraikan konsep nafs pada konteks kehidupan dunia, serta esensi nafs dalam kaitannya dengan jiwa manusia di dunia ini. Konsep nafs dalam penelitian ini mengacu pada keseluruhan individu manusia, yang merupakan dua komponen (ruh dan jasmani) yang menyatu dalam tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dan metode studi tokoh.
Makna ayat-ayat nafs menurut Hamka memiliki dua makna sekaligus yang pertama merupakan jiwa atau diri, baik laki-laki maupun perempuan, maksud dari jiwa atau diri manusia adalah dua komponen (ruh dan jasmani) yang menyatu dalam tubuh manusia dan makna yang kedua adalah nafsu yang artinya sebuah dorongan, keinginan, kecerendungan, gairah yang mana mengarah perbuatan tidak baik. Corak penafsiran yang digunakan Hamka dalam menafsirkan makna kata nafs yakni corak tasawuf.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nafs; Buya Hamka; Tafsir Al-Azhār |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 04:49 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 04:49 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30156 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
