Efektivitas hukum tentang kebijakan penanggulangan overcrowded terhadap pemenuhan hak asasi narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas 1 Semarang

Ahmada, Adila Nida (2024) Efektivitas hukum tentang kebijakan penanggulangan overcrowded terhadap pemenuhan hak asasi narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas 1 Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.

[thumbnail of SKRIPSI_2102056053_ADILA_NIDA_AHMADA] Text (SKRIPSI_2102056053_ADILA_NIDA_AHMADA)
2102056053 - Adila Nida Ahmada.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Overcrowded atau kepadatan berlebih di lembaga pemasyarakatan telah menjadi salah satu masalah utama dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Situasi ini tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan pengelolaan lembaga pemasyarakatan, tetapi juga menghalangi terpenuhinya hak asasi narapidana. Lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang mempunyai kapasitas 663 orang tetapi dihuni oleh 1.595 orang sehingga mengalami over kapasitas sebanyak 140,57%. Meskipun demikian lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang mempunyai kebijakan dalam menanggulangi overcrowded dan menjaga pemenuhan hak asasi narapidana secara konsisten. Berdasarkan latar belakang tersebut timbul pemasalahan yaitu Bagaimana kebijakan penanggulangan overcrowded terhadap pemenuhan hak asasi narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang. Bagaimana efektivitas hukum tentang kebijakan penanggulangan overcrowded terhadap pemenuhan hak asasi narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang.
Penelitian ini adalah jenis penelitian hukum dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yuridis- empiris dan sosiologi. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah adalah sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh dari wawancara dan observasi terhadap pemangku kepentingan yakni pegawai dan narapidana lembaga pemasyarakatan kelas I Semarang, dokumen yang relevan dengan masalah ini. Data sekunder yaitu diperoleh dari undang-undang yang terkait, buku, jurnal atau hasil penelitian yang sudah ada kemudian dijadikan rujukan. Adapun teknik pengumpulan data penulis menggunakan data primer yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan induktif analisis.
Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan penanggulangan overcrowded berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 11 Tahun

2017 tentang Grand Design Penanganan overcrowded pada Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan. Seperti, program penataan regulasi yang terdiri dari pemberian remisi, cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, cuti mengunjungi keluarga serta pemindahan narapidana. Penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana dan prasarana serta pemberdayaan SDM. Berdasarkan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto, keberhasilan kebijakan ini dipengaruhi oleh aturan hukum yang jelas, komitmen aparat penegak hukum, sarana prasarana yang memadai, kesadaran masyarakat, serta budaya hukum yang baik. Narapidana juga mendapatkan hak-haknya, seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas ibadah. Pada faktanya kebijakan penanggulangan overcrowded belum dapat mengatasi overcrowded di lapas kelas I Semarang, sehingga belum dapat dikatakan efektif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kelebihan Kapasitas; Hak Asasi Narapidana
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Siti Purwati
Date Deposited: 03 Jul 2026 07:31
Last Modified: 07 Jul 2026 02:46
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30169

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics