Laki-laki dan kekerasan : studi atas perilaku kekerasan remaja di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara

Azzarra, Aisya Bella (2024) Laki-laki dan kekerasan : studi atas perilaku kekerasan remaja di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2006026076_Aisya_Bella_Azzarra] Text (Skripsi_2006026076_Aisya_Bella_Azzarra)
Skripsi_2006026076_Aisya_Bella_Azzarra.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Di Boom Lama Kelurahan Kuningan Semarang Utara banyak terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh remaja laki - laki yang sangat meresahkan masyarakat. Salah satu kekerasan yang sering dilakukan adalah tawuran. Tawuran adalah salah satu bentuk maskulinitas hegemonik di mana dalam prosesnya terdapat pembentukan geng beserta proses inisiasi, dan juga aksi apa saja yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk - bentuk kekerasan yang dilakukan oleh remaja laki - laki di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara, alasan dibalik perilaku kekerasan tersebut, serta dampaknya terhadap individu dan kelompok. Menggunakan teori Maskulinitas oleh Raewyn Connell, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kontruksi sosial tentang maskulinitas mempengaruhi perilaku kekerasan remaja.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua sumber, yakni sumber data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui observasi tanpa terlibat langsung dalam aktivitas subjek dengan mengamati perilaku remaja laki - laki dalam berbagai situasi, wawancara mendalam dengan remaja pelaku kekerasan terutama oleh beberapa anggota Geng Tubruk, dan dokumentasi. Data sekunder didapatkan melalui buku, artikel, internet, dan lain sebagainya. Adapun data yang telah didapatkan di penelitian ini dianalisis melalui beberapa tahap diantara yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk - bentuk kekerasan yang ada di Boom Lama Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara adalah kekerasan fisik yaitu tawuran. Alasan remaja laki - laki di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara melakukan tawuran adalah karena tidak ingin terlihat lemah dengan berupaya untuk menunjukkan dominasi dan kekuasaannya, serta dampak yang ditimbulkan dari aksi tawuran yang telah dilakukan oleh remaja laki - laki di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara sangatlah beragam, mulai dari dampak cedera fisik, trauma psikologis dan juga dampak sosial. Kekerasan yang dilakukan remaja laki - laki di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara dipengaruhi oleh norma maskulinitas hegemonik. Remaja laki - laki terpaksa untuk memenuhi standar maskulinitas dengan menunjukkan kekuatan dan agresi mereka. Karena kekerasan dianggap sebagai cara untuk mempertahankan status maskulinitas.

ABSTRACT:
In Boom Lama, Kuningan Village, North Semarang, there are many acts of violence committed by teenage boys which are very disturbing to the community. One of the most common forms of violence is brawls. Brawls are a form of hegemonic masculinity where in the process there is the formation of a gang along with the initiation process, and also what actions are taken. The purpose of this study is to identify the forms of violence committed by adolescent boys in Kuningan Village, North Semarang District, the reasons behind these violent behaviors, as well as their impact on individuals and groups. Using the theory of masculinity by Raewyn Connell, this study explores how social constructions of masculinity affect adolescent violent behavior.
The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. The data sources in this study were collected through two sources, namely primary and secondary data sources. Primary data were obtained through observation without being directly involved in the subject's activities by observing the behavior of adolescent boys in various situations, in-depth interviews with adolescent perpetrators, especially by several members of the Tubruk Gang, and documentation. Secondary data is obtained through books, articles, the internet, and so on. The data that has been obtained in this study is analyzed through several stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn.
This study concluded that the forms of violence that exist in the old Boom of Kuningan Village, North Semarang District is physical violence, namely brawling. The reason for teenage boys in Kuningan Village, North Semarang district to brawl is because they do not want to look weak by trying to show their dominance and power, and the impact of the brawl actions that have been carried out by teenage boys in Kuningan Village, North Semarang District is very diverse, ranging from the impact of physical injury, psychological trauma and social impact. Violence committed by adolescent boys in Kuningan Village, North Semarang District is influenced by hegemonic masculinity norms. Adolescent boys are forced to meet standards of masculinity by demonstrating their strength and aggression. Because violence is considered a way to maintain the status of masculinity.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Laki-Laki; Kekerasan; Remaja; Maskulinitas; Geng
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 30 Jun 2026 01:37
Last Modified: 30 Jun 2026 01:40
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30194

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics