Interaksi sosial dalam mewujudkan kerukunan lintas agama : studi di Masjid Istiqlal Dan Gereja Katedral

Chairansyah, Muhammad Furqon (2026) Interaksi sosial dalam mewujudkan kerukunan lintas agama : studi di Masjid Istiqlal Dan Gereja Katedral. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2006026098_Muhammad_Furqon_Chairansyah] Text (Skripsi_2006026098_Muhammad_Furqon_Chairansyah)
Skripsi_2006026098_Muhammad_Furqon_Chairansyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB)

Abstract

Interaksi Sosial dalam bahasa Inggris yaitu Social Interaction yang memiliki makna yaitu tindakan yang terjadi secara dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Secara etimologis, istilah interaksi sosial berasal dari dua kata Latin, yaitu "con" atau "cum" yang berarti "bersama-sama," dan "tango" yang berarti "menyentuh," sehingga dapat diartikan sebagai "bersama-sama menyentuh." Interaksi sosial mencakup hubungan antara individu, kelompok, atau kelompok satu sama lain (Soekanto, 2006). Menurut Nasdian (2015), interaksi sosial menggambarkan tingkat sosial yang mengatur cara individu dalam masyarakat berinteraksi dan bertindak terhadap satu sama lain. Struktur sosial berperan sebagai dasar dari bentuk hubungan sosial yang lebih kompleks, yang disebut relasi sosial. Selain itu, proses sosial terjadi ketika perhatian seseorang terarah pada orang lain, sehingga perilaku mereka dipengaruhi oleh tindakan serta perkataan orang lain, yang dikenal sebagai relasi sosial. Jacky (2015) Interaksi sosial menggambarkan tindakan yang melibatkan dua atau lebih pihak yang saling berpengaruh satu sama lain. Dalam interaksi, penting adanya efek timbal balik. Orientasi bersama sangat dibutuhkan dalam interaksi sosial, karena mengamati orang lain secara diam-diam bukanlah bentuk interaksi sosial yang sebenarnya. Pada dasarnya, proses sosial dan interaksi sosial memiliki kesamaan esensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai bentuk interaksi sosial yang berkontribusi pada kerukunan lintas agama serta dampak dari interaksi antara jamaah Muslim dan Katolik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan berjenis penelitian lapangan. Data yang dihimpun terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Peneliti mengadakan wawancara mendalam dengan sembilan informan, di antaranya Romo dari Gereja Katedral, Humas Masjid Istiqlal, Humas Gereja Katedral, Kepala Divisi Relasi dan Komunikasi ARMI (Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal), Ketua OMK (Orang Muda Katedral), serta masyarakat yang beragama Muslim dan Katolik. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan analisis induktif dengan pendekatan teori tindakan sosial dari Max Weber.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi sosial antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral memainkan peran krusial dalam mendukung keharmonisan lintas agama di masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi berbagai strategi, seperti mendorong kerukunan sosial dalam konteks agama, optimalisasi dan pencegahan konflik, pengembangan budaya perdamaian, penguatan nilai-nilai lokal, peningkatan pemahaman multikultural, serta memperkuat peran tokoh agama dan masyarakat. Selain itu, studi ini menunjukkan adanya persepsi yang beragam terhadap interaksi kedua tempat ibadah ini, baik dari sisi positif maupun negatif.

ABSTRACT:
Social Interaction in English is Social Interaction which has the meaning of an action that occurs between two or more people who react to each other through direct or indirect contact. Etymologically, the term social interaction comes from two Latin words, namely "con" or "cum" which means "together," and "tango" which means "to touch," so it can be interpreted as "touching together." Social interaction includes relationships between individuals, groups, or groups with each other (Soekanto, 2006). According to Nasdian (2015), social interaction describes the social level that regulates how individuals in society interact and act towards each other. Social structure acts as the basis for more complex forms of social relationships, called social relations. In addition, the social process occurs when a person's attention is directed at others, so that their behavior is influenced by the actions and words of others, known as social relations. Jacky (2015) Social interaction describes actions involving two or more parties who influence each other. In interaction, reciprocal effects are important. Shared orientation is very much needed in social interaction, because observing others silently is not a form of true social interaction. Basically, social processes and social interactions have the same essence. Therefore, this study aims to deepen understanding of the forms of social interaction that contribute to interfaith harmony and the impact of interactions between Muslim and Catholic congregations.
This study uses a qualitative method with a descriptive approach and is a type of field research. The data collected consists of two types, namely primary and secondary data. Data collection techniques involve observation, interviews, and documentation. The researcher conducted in-depth interviews with nine informants, including the Father from the Cathedral Church, Public Relations of the Istiqlal Mosque, Public Relations of the Cathedral Church, Head of the ARMI (Istiqlal Mosque Youth Association) Relations and Communication Division, Chairperson of OMK (Cathedral Youth), and Muslim and Catholic communities. The data collected was analyzed using an inductive approach through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study also uses inductive analysis with the approach of Max Weber's social action theory. This study reveals that social interaction between the Istiqlal Mosque and the Cathedral Church plays a crucial role in supporting interfaith harmony in society. Efforts made include various strategies, such as encouraging social harmony in the context of religion, optimizing and preventing conflict, developing a culture of peace, strengthening local values, increasing multicultural understanding, and strengthening the role of religious and community leaders. In addition, this study shows that there are diverse perceptions of the interaction between the two places of worship, both from the positive and negative sides.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Interaksi sosial; Kerukunan lintas agama; Masjid Istiqlal; Gereja Katedral
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social interaction
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 30 Jun 2026 02:24
Last Modified: 30 Jun 2026 02:24
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30200

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics