Pertukaran sosial pedagang pasar tradisional: studi pada Paguyuban Pedagang Pasar Umum Godong (P3UG) di Grobogan

Sangsaka, Ridho Gilang (2024) Pertukaran sosial pedagang pasar tradisional: studi pada Paguyuban Pedagang Pasar Umum Godong (P3UG) di Grobogan. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2006026109_Ridho_Gilang_Sangsaka] Text (Skripsi_2006026109_Ridho_Gilang_Sangsaka)
Skripsi_2006026109_Ridho_Gilang_Sangsaka.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Pertukaran sosial merupakan suatu bentuk relasi antar individu atau kelompok yang tercipta oleh adanya pengaruh biaya-manfaat yang dikeluarkan oleh mereka sebagai alternatif untuk saling mengambil keuntungan. Di pasar tradisional seperti Pasar Umum Godong, Kabupaten Grobogan pertukaran sosial menjadi wadah saling berbagi informasi, dukungan, dan pembentukan identitas kolektif yang memberikan dampak positif bagi para pedagang dalam menjalankan usaha, seperti yang terlihat dalam Paguyuban Pedagang Pasar Umum Godong (P3UG). Penting untuk memahami bahwa pertukaran sosial tidak hanya menyangkut transaksi materi, tetapi juga non-materi seperti dukungan emosional dan pengetahuan, yang memberikan kekuatan dan keberlanjutan bagi komunitas pedagang. Dengan demikian, pertukaran sosial menjadi landasan utama untuk memperkuat komunitas pedagang dan membangun hubungan yang berkelanjutan di pasar tradisional. Adapun rincian permasalahan yang diungkap adalah pertukaran sosial antar pedagang serta paguyuban pedagang Di Pasar Umum Godong, Kabupaten Grobogan yang dilihat dari kacamata sosiologi dengan teori pertukaran sosial Peter Michael Blau.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua sumber, yaitu sumber data primer dan sekunder. Tenik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan tujuh informan yang terdiri dari pengelola pasar, ketua dan sekretaris paguyuban pedagang, dan pedagang di Pasar Umum Godong. Adapun data yang telah diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan analisis data induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan pertukaran sosial terjadi secara masif di Pasar Umum Godong melalui aktivitas yang dilakukan oleh Paguyuban Pedagang Pasar Umum Godong (P3UG) untuk mendorong relasi antar pedagang meliputi pertemuan informal (arisan, kopdar, sambang pedagang, bancaan jum’at legi), mediator konflik, kerjasama dengan pihak eksternal, serta advokasi kepentingan bersama. Alasan yang mempengaruhi mengapa mereka sebagai perwakilan kolektif pedagang di Pasar Umum Godong melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, yaitu karena dapat membangun soliditas dan kerjasama, meningkatkan kesejahteraan bersama, serta memperkuat identitas dan jaringan sosial. Adapun aktivitas yang dilakukan oleh P3UG tersebut berdampak pada pertama, keteraturan sosial (social order). Kedua, dampak kebijakan yang terdiri dari stabilisasi biaya karcis pasar dan lokasi jual-beli. Ketiga, dampak jaringan yang terdiri dari solidaritas dan kolaborasi yang kuat, akses informasi yang lebih mudah, negosiasi kolektif yang lebih kuat, serta pengembangan kapasitas usaha. Keempat, yaitu dampak ekonomi.

ABSTRACT:
Social exchange is a form of relationship between individuals or groups created by the influence of the cost-benefit incurred by them as an alternative to taking mutual advantage. In traditional markets such as Godong Public Market, Grobogan Regency, social exchange becomes a forum for sharing information, support, and forming a collective identity that has a positive impact on traders in running a business, as seen in the Godong Public Market Traders Association (P3UG). It is important to understand that social exchange involves not only material transactions, but also non-material ones such as emotional support and knowledge, which provide strength and sustainability to the trader community. As such, social exchange is a key foundation for strengthening the merchant community and building sustainable relationships in traditional markets. The details of the problems revealed are the social exchange between traders and the traders' association in Godong Public Market, Grobogan Regency seen from a sociological perspective with Peter Michael Blau's social exchange theory.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. There are two sources of data in this research, namely primary and secondary data sources. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. In the process, researchers conducted in-depth interviews with seven informants consisting of market managers, chairman and secretary of the traders' association, and traders in Godong Public Market. as for the data that has been obtained from this research is analyzed by inductive data analysis through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results of this study show that social exchange occurs massively in Godong Public Market through activities carried out by the Godong Public Market Traders Association (P3UG) to encourage relations between traders including informal meetings (arisan, kopdar, sambang pedagang, bancaan jum'at legi), conflict mediators, cooperation with external parties, and advocacy of common interests. The reasons why they as collective representatives of traders in Godong Public Market carry out these activities are because they can build solidity and cooperation, improve common welfare, and strengthen identity and social networks. The activities carried out by P3UG have an impact on first, the birth of social order. Second, the policy impact which consists of stabilizing market ticket fees and buying and selling locations. Third, network impacts consisting of strong solidarity and collaboration, easier access to information, stronger collective negotiations, and business capacity building. Fourth, the economic impact.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pertukaran sosial; Pedagang; Pasar tradisional; Paguyuban
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social interaction
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 30 Jun 2026 07:07
Last Modified: 30 Jun 2026 07:07
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30210

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics