Perempuan seniman kuda lumping di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang : studi pada Kelompok Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta
Tyas, Riyani Wahyu Imaning (2024) Perempuan seniman kuda lumping di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang : studi pada Kelompok Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Skripsi_2106026027_Riyani_Wahyu_Imaning_Tyas.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Kuda lumping merupakan kesenian rakyat yang dimainkan dengan menggunakan kuda mainan yang terbuat dari anyaman bambu. Dalam kesenian kuda lumping biasanya hanya dimainkan oleh laki-laki, namun dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta dimainkan oleh mayoritas anggota perempuan. Adanya kontribusi perempuan dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta mempunyai peran sebagai salah satu bentuk kebebasan perempuan untuk menjadi sama dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran perempuan seniman dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta dan dampak keberadaan perempuan seniman dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitidan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian terdapat dua sumber antara lain sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive dengan jumlah informan yaitu tujuh orang. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori sudut pandang feminisme milik Nancy C.M. Hartsock.
Hasil penelitian ini menunjukkan peran perempuan dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta yang meliputi adanya peran sosial sebagai penari, pengurus kelompok atau pawang dan peran perempuan sebagai pelestarian kesenian. Selain itu, peran perempuan dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta mencerminkan mengenai representasi perempuan dalam membentuk identitas kelompok, representasi perempuan dalam kostum dan nilai estetika, serta representasi perempuan seniman dalam media sosial. Dampak keberadaan perempuan seniman dalam kelompok kesenian kuda lumping Turonggo Dewi Sinta meliputi dampak sosial, dampak budaya, dan dampak ekonomi.
ABSTRACT:
Kuda lumping is a folk art that is played using toy horses made from woven bamboo. In the art of Kuda Lumping, it is usually only played by men, but in the art group Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta, is played by the majority of female members. The contribution of women in the Kuda Lumping art group, Turonggo Dewi Sinta, plays a role as a form of freedom for women to be the same as men. This research aims to explain the role of women artists in the Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta arts group and the impact of the presence of women artists in the Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta arts group.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. There are two sources of data in research, including primary and secondary data sources. Data collection technique in this study used interviews, observation, and documentation. Determination of informants was carried out using purposive techniques with seven informants. Data analysis was carried out by data reduction, presentation of data, and drawing conclusions. Data analysis in this study was carried out using Nancy C.M. Hartsock standpoint feminisme theory.
The results of this research show the role of women in the Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta arts group which includes their social roles as dancers, group administrators or handlers and the role of women as art preservers. Apart from that, the role of women in the Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta art group reflects the representation of women in forming group identity, the representation of women in costumes and aesthetic values, as well as the representation of women artists on social media. The impact of the presence of women artists in the Kuda Lumping Turonggo Dewi Sinta arts group includes social impacts, cultural impacts and economic impacts.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perempuan; Seniman; Kesenian; Kuda lumping |
| Subjects: | 300 Social sciences > 305 Social groups > 305.4 Women |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Miswan Miswan |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 08:50 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 08:50 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30224 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
