Gerakan lingkungan perempuan perkotaan : kajian terhadap pembuatan ekoenzim di kalangan anggota Gerakan Seribu Rupiah (GSR) Semarang

Mailani, Eni Faujiah (2024) Gerakan lingkungan perempuan perkotaan : kajian terhadap pembuatan ekoenzim di kalangan anggota Gerakan Seribu Rupiah (GSR) Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2106026194_Eni_Faujiah_Mailani] Text (Skripsi_2106026194_Eni_Faujiah_Mailani)
Skripsi_2106026194_Eni_Faujiah_Mailani.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Gerakan sosial lingkungan adalah sebuah aksi kolektif yang diorganisasi oleh kelompok individu atau komunitas untuk mengatasi, mempertahankan, atau meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Penelitian ini menjelaskan peran perempuan dalam gerakan lingkungan di wilayah perkotaan melalui studi pada pembuatan ekoenzim oleh anggota Gerakan Seribu Rupiah (GSR) di Semarang. Fokus penelitian terletak pada aktivitas, alasan, dan dampak dari gerakan ini terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Ekoenzim, yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik dapur, memiliki manfaat beragam seperti menjadi pupuk alami, pestisida, disinfektan, hingga cairan pembersih.
Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan 5 informan dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan model Milles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan. Secara substansif dan analisis penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumber daya Anthony Oberschall (1973) untuk menganalisis bagaimana kelompok GSR memobilisasi sumber daya manusia, material, dan moral untuk mencapai tujuan kolektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota GSR memanfaatkan keterampilan, solidaritas, dan dukungan komunitas dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat perkotaan. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kelompok GSR melakukan aksi ini yaitu faktor ekonomi, faktor sosial budaya, dan faktor lingkungan. Gerakan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui inovasi pengelolaan sampah yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam gerakan sosial lingkungan perkotaan sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan kesadaran sosial, ekonomi, dan lingkungan.

ABSTRACT:
Environmental social movements are collective actions organized by groups of individuals or communities to address, maintain, or improve the quality of the environment. This study explains the role of women in environmental movements in urban areas through a study of the production of ecoenzymes by members of the Thousand Rupiah Movement (GSR) in Semarang. The focus of the study is on the activities, reasons, and impacts of this movement on society and the surrounding environment. Ecoenzymes, which are produced from the fermentation of organic kitchen waste, have various benefits such as being natural fertilizers, pesticides, disinfectants, and cleaning fluids.
This research is a qualitative study with a descriptive approach. This study uses a type of field research. The data sources used in this study are primary and secondary data sources with data collection techniques through observation and structured interviews using 5 informants and documentation. The data analysis in this study uses the Milles and Huberman model by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Substantively and analytically, this study uses Anthony Oberschall's (1973) resource mobilization theory to analyze how this group mobilizes human, material, and moral resources to achieve collective goals. The results of the study show that GSR members utilize skills, solidarity, and community support in processing organic waste into useful products while increasing environmental awareness among urban communities. There are three factors that influence the GSR group to carry out this action, namely economic factors, socio-cultural factors, and environmental factors. This movement also makes a positive contribution to community welfare through waste management innovations that support sustainable development. This study highlights the importance of the role of women in urban environmental social movements as agents of change who are able to integrate social, economic, and environmental awareness.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Gerakan sosial; Perempuan; Perkotaan; Ekoenzim; Mobilisasi; Sumber daya; Lingkungan
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 03 Jul 2026 00:50
Last Modified: 03 Jul 2026 00:50
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30234

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics