Makna Al-Gais dalam Al-Qur'an ; analisis semantik Toshihiko Tzutsu

Umam, Khiyarul (2024) Makna Al-Gais dalam Al-Qur'an ; analisis semantik Toshihiko Tzutsu. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 1904026095 - Khiyarul Umam] Text (1904026095 - Khiyarul Umam)
1904026095 - Khiyarul Umam.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Hujan adalah fenomena alam yang lazim ditemui oleh manusia. Hujan merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. bagi semua makhluk di alam semesta, baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan. Semuanya merasakan manfaat dari adanya hujan yang artinya hujan adalah salah satu bentuk rahmat. Di dalam Al-Qur’an terdapat tujuh bentuk kata yang diindikasi menunjukkan makna hujan, yaitu: Mat}ar, S{ayyib, wa>bil, Gais}, al-Wadq, al-Ma>u, al-Sama>’.
Akan tetapi pada faktanya hujan banyak menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor dan sebagian manusia menghindari adanya hujan yang membuat kegiatan, usaha, bisnis ataupun yang lain menjadi terkendala atau gagal karena hujan. Pendapat ini seakan-akan bertentangan dengan ayat sebelumnya yang menyebutkan bahwa hujan adalah rahmat yang membawa kepada kehidupan. Kata al-Gais\ menjadi pilihan karena kata tersebut dekat dengan makna hujan yang memberikan kepada pertolongan atau rahmat untuk keberlangsungan kehidupan dan juga makna asli yang di sandangnya yaitu hujan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa makna al-Gais\ memiliki makna dasar hujan. Kata al-Gais\ memiliki makna relasional yang tertera di dalam Al-Qur’an dengan mengakaji makna sintagmatik dan paradigmatik. Dalam analisis sintagmatik kata al-Gais\ memiliki relasi makna tahun kemakmuran, bentuk siksaan bagi orang-orang zalim yaitu besi yang mendidih, putus asa, berbangga-bangga dengan harta dan anak. Dalam analisis paradigmatik yang terdiri atas dua aspek yakni sinonim dan antonim. Adapun sinonim kata al-Gais\ antara lain yaitu kata Mat}ar, S{ayyib, Wa>bil, al-Sama’, Baradu, al-Wiqr, al-A<rid}u, al-H{ija>rah, Kisafa>, al-Rah}mah, al-sah}ab, H{a>s}iba>, al-Ri>h}, H{usba>na>, al-Rizq, al-Raju’, al-T{allu, al-Raj’u, Anzala ma’aan, waqda. Dan antonim kata al-Gais\ yaitu. al-Ara>’ .Dilihat dari aspek penggunaan kata al-Gais\ dalam sejarahnya, kata al-Gais\ pada masa pra-Qur’anik kata tersebut mempunyai makna hujan sebagaimana mestinya. kemudian kata tersebut pada masa Qur’anik memiliki makna hujan sebagai pertolongan, pembelajaran, azab, dan tanda kekuasaan Allah. lebih lanjut pada pasca-Qur’anik kata tersebut memiliki makna yang lebih condong kepada makna hujan yang memberikan pertolongan. Dan weltanschauung kata al-Gais\ yakni hujan sebagai pertolongan, pembelajaran dan azab Allah SWT.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Al-Gais; Semantik; Toshihiko Izutsu
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 09 Jul 2026 07:28
Last Modified: 09 Jul 2026 07:28
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30304

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics