Sinonimitas dalam Al-Qur’an: kajian makna lafaz ghaflah, nisyan, sahwun, dan lahwun menurut penafsiran para mufassir
Tazkiyah, Dewy Wardah (2024) Sinonimitas dalam Al-Qur’an: kajian makna lafaz ghaflah, nisyan, sahwun, dan lahwun menurut penafsiran para mufassir. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026007 - Dewy Wardah Tazkiyah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Karya ilmiah ini mengkaji tentang persoalan sinonimitas (mutara>dif) yakni dua kata atau lebih memiliki beberapa kata yang berbeda, akan tetapi kurang lebih mempunyai makna yang sama atau dengan kata lain, yakni penggunaan beberapa kata untuk satu makna. Penulis fokus kepada lafaz ghaflah, nisya>n, sahwun, dan lahwun, yang seluruhnya itu memiliki arti lalai (lengah) akan tetapi meemiliki konteks yang bebeda. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif, dengan merujuk pada beberapa kitab yakni Mu’jam Mufroda>t Alfa>dh al-Qur’an karya Raghib Al-Asfahani, Mu’ja>m Al-Mufahra>s li Alfa>dh al-Qur’an al-Kari>m karya Muhammad Abd Baqi’ dan menggunakan tiga kitab tafsir, antara lain, Tafsi>r al-Kashshaaf’an Haqa>’iq al-Tanzi>l karya Imam al-Zamakhsyari, Tafsi>r al-Bahru al-Muhi>th karya Abu Hayyan, dan Tafsi>r al-Tahri>r Wa al-Tanwi>r karya Muhammad al-Tahrir Ibn Asyur. Hasil penelitian ini penulis mengungkapkan makna dari lafaz ghaflah, nisya>n, sahwun, dan lahwun menurut penafsiran tiga mufassir, ketiga mufassir tersebut dianataranya adalah, Imam al-Zamakhsyari, Abu Hayyan, dan Muhammad al-Tahrir Ibn Asyur. Lafaz ghaflah digunakan untuk kelalaian yang terjadi karena kurangnya perhatian manusia. Nisya>n menunjukkan kelalaian yang paling umum berarti kelalaian yang tidak disengaja maupun disengaja. Sahwun menunjukkan kelalaian khusus dalam shalat misalnya, dan harus melakukan sujud sahwi. Sedangkan lahwun lebih menekankan kepada kelalian yang disebabkan sesuatu dan dapat mengalihkan perhatian. Kedua, penulis menganalisis tentang relevansi lafaz ghaflah, nisya>n, sahwun, dan lahwun dengan kehidupan saat ini yakni: Manusia bisa menzalimi dirinya sendiri, Menjadikan iman seseorang lemah, Kelalaian dalam beribadah, Terlalu fokus pada duniawi, Kelalain menjadi sebab manusia sesat, Kebodohan, dan Manusia tidak bebas dari kekhilafan dan kelalaian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sinonimitas; Kelalaian; Mufassir |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1224 Recitation and Reading |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 08:18 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 08:18 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30313 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
