Implementasi ajaran Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya di Kabupaten Kendal
Alfiana, Ana (2024) Implementasi ajaran Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya di Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2104046071_Ana Alfiana_Skripsi Lengkap.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Kehidupan 5.0 atau yang di sebut Society memudahkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan harus mampu mengaplikasikan teknologi canggih yang ada di kehidupan sehari-hari, untuk mempermudah aktivitasnya. Sayangnya, masyarakat Indonesia belum mampu secara positif dan adaptif menyambut kemajuan digitalisasi serta Society 5.0. Satu kejadian yang begitu cepat dapat di ketahui masyarakat menjadi buah bibir karena adanya multi interpretasi, hujatan, dan ujaran kebencian sebagai efek dari degradasi moral dalam masyarakat. Thariqah merupakan salah satu konsep penting yang berkaitan dengan perjalanan spiritual tasawuf. Thariqah adalah sarana praktis untuk mengarahkan atau membimbing siswa dengan cara yang direncanakan melalui jalan pikiran, perasaan, dan tindakan yang terkendali terus menerus ke berbagai tingkatan (maqamat) agar mereka dapat memahami hakekat yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ajaran Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya Kabupaten Kendal. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif telah digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dengan wawancara, observasi, serta dokumentsi. Untuk pengolahan data menggunakan teknik analisis: data reduction, data display, dan data verification. Untuk pengecekan keabsahan data dengan cara: triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga ajaran dalam Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya di Kabupaten Kendal yang saling berkaitan dalam pengamalannya, yaitu dzikir, khotaman/tawajjuhan, dan manakiban (DKM). Dzikir adalah amalan wajib yang harus diamalkan dalam sehari-semalam. Khotaman sebagai amalan mingguan yang diamalkan seminggu dua kali yaitu tiap malam Senin dan malam Kamis. Serta manakiban sebagai amalan bulanan yang dilaksanakan tiap hari Ahad pada pekan pertama tiap bulannya. Tujuan dzikir dilakukan secara jahar adalah agar terkumpul pecahan ingatan hati manusia yang sedang dzikir, meninggikan cita-cita dalam menjalankan ibadah dan menegakkan hukum Allah SWT, menjinakkan perkara yang seringkali liar, menarik kepada kebaikan, mendatangkan bisikan-bisikan dari langit, serta terbukanya segala sesuatu yang samar-samar. Sedangkan tujuan dari dzikir khofi atau sirr adalah agar hati merasa tenang, tidak bimbang, dan tidak takut sebagaimana ijazah yang diberikan oleh Nabi Muhammad Saw. kepada Sayyidina Abu Bakar ketika keduanya bersembunyi di Gua Hira dari pengejaran kaum kafir Quraisy.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tasawuf; Sufisme; Thariqah Naqsabandiyah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.4 Sufism > 297.41 Sufi theology |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76236 - Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Umar Falahul Alam |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 04:37 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 04:37 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30329 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
