Makna Al-Ājilah dalam Tafsīr Al-Azhār karya Hamka
Alfianti, Risma (2024) Makna Al-Ājilah dalam Tafsīr Al-Azhār karya Hamka. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026047 - Risma Alfianti.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini berusaha membahas Makna Al-Ājilah menurut Tafsīr Al- Azhār karya Hamka, dengan demikian, Alasan mengapa peneliti tertarik mengambil topik tersebut adalah Hamka merupakan mufassir yang dikenal dengan penafsiran modern sehingga relevan hingga saat ini, Di Era modern seperti saat ini, kita telah mendapatkan fakta di kehidupan sekitar kita bahwa adanya perbedaan terhadap pandangan mereka mengenai makna persaingan antara masyarakat, gaya hidup yang diterapkan mengarah kepada berlebihan, boros, bermegah-megahan sehingga menimbulkan sifat sombong di lingkungan sekitar, mereka berpikir bahwa dengan cara tersebut adalah persaingan, namun faktanya semua itu akan menjurus kepada perpecahan, nafsu untuk mendapatkan sesuatu harta adalah wajar, dan sudah merupakan fitrah manusia dan dibolehkan di dalam Al-Qur’an dan Hadist nabi, namun Al-Quran memberikan batasan mengenai hal tersebut agar tidak memiliki rasa untuk mendapatkan harta dengan cepat tanpa melewati proses usaha terlebih dahulu.oleh karena itu skripsi ini ingin menjawab beberapa masalah diantaranya: 1.Makna Penafsiran Al-Ājilah di dalam Al Qur’an menurut Hamka?, 2.Bagaimana Pandangan Hamka Tentang Sikap Terhadap Dunia? 3.Apa Faktor-faktor yang Menyebabkan Cinta Dunia?, untuk menjawab masalah tersebut penulis menggunakan jenis data yang bersifat kualitatif dan metode yang dipakai adalah kepustakaan atau library research. Penelitian ini juga memakai teknik analisis deskriptif untuk menganalisis data-data mengenai latar belakang penulisan dan karakteristik dari Tafsīr Al-Azhār karya Hamka, kemudian dari hasil analisis data yang dilakukan oleh penulis, menemukan makna Al-Ājilah, Al-Ājilah adalah sikap mencintai dunia tanpa melupakan akhirat, jadi kita boleh mencintai dunia namun tidak berlebih-lebihan, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan tersebut, sudah tidak diragukan lagi bahwa dunia adalah tempat sementara yang diagungkan untuk kembali, dan akhirat hanya dianggap sebelah mata, dengan demikian Hamka memberikan solusi agar terhindar dari sifat tersebut adalah dengan mnengingat dan mendekatkan diri kepada Allah, karena hakikatnya jika semakin kita ingin mendapatkan harta dengan cara yang cepat maka akan semakin kuat keinginan untuk menghalalkan segala cara untuk memperolehnya. Skripsi ini hanya terbatas hanya membahas mengenai makna Al-Ājilah dan ruang lingkupnya, maka jika ada penelitian yang membahas mengenai topik ini disarankan untuk memilih bidang yang lain.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tafsīr; Tafsīr Al Azhār; Hamka |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1228 Nonreligious subjects treated in the Al-Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:20 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:20 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30335 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
