Tinjauan kritis konsep ‘azb menurut Imam Al-Tabari dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan ‘an ta’wil ay Al-Qur’an
Annabiel, Fairuz (2024) Tinjauan kritis konsep ‘azb menurut Imam Al-Tabari dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan ‘an ta’wil ay Al-Qur’an. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026061 - FAIRUZ ANNABIEL.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Fenomena ‘Azb (tidak menikah) dalam masyarakat sering dipandang sebagai hal yang kontroversial, khususnya di kalangan intelektual muslim. ‘Azb dalam perspektif Islam, dianggap sebagai perbuatan yang meninggalkan sunnah Nabi SAW. Al-Qur'an, menganjurkan setiap umat manusia untuk menikah, karena menikah merupakan naluri kemanusiaan. Ada nama tokoh besar, yakni Imam Al-T{abari> yang lebih memilih berkarya sampai akhir hayat daripada menikah. Ada beragam alasan yang menjadikan mereka enggan untuk menikah, karena tidak selamanya ‘Azb adalah pilihan buruk. Penelitian ini membahas Tinjauan Kritis Konsep ‘Azb Menurut Imam Al-T{abari> Dalam Tafsi>r Jami>’ Al-Baya>n ‘An Ta’wi>l Ay Al-Qur’a>n. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ‘Azb menurut Imam Al-T{abari> dalam tafsir ayat yang terkait ‘Azb dalam Al-Qur'an. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami pandangan Al-T{abari> terkait konsep ‘Azb dalam konteks sosial, agama, dan kemanusiaan, serta implikasi hukum yang terkandung dalam tafsirnya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan metode yang dipakai ialah metode studi kepustakaan atau library research. Penelitian ini juga memakai teknik analisis-deksriptif. Penelitian ini mengkaji ayat yang berkaitan dengan ‘Azb, yakni Surah ‘A>li Imra>n (3) : 39 yang membahas terkait ‘Azb serta latar belakang penafsiran Imam Al-T{abari> terkait ayat yang berkaitan dengan ‘Azb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Al-T{abari>, melajang atau yang di sebut juga dengan ‘Azb merupakan suatu perbuatan meninggalkan pernikahan karena menahan diri dari hawa nafsu dalam menggauli atau mendekati wanita. Imam Al-T{abari> memperbolehkan ‘Azb dengan tetap menjaga keimanan dan memprioritaskan ibadah kepada Allah SWT. Latar belakang penafsiran Imam Al-T{abari> terkait kebolehan ‘Azb dipengaruhi oleh statusnya yang melajang karena mencari ilmu dan sikap kesederhanaanya yang senantiasa rendah hati, zuhud, dan Qana’ah. Penafsiranya terhadap ayat ayat yang membahas ‘Azb menyebutkan tiada kewajiban bagi seseorang untuk menikah karena alasan tertentu baik karena alasan ekonomi maupun pilihan hidup seseorang selama dapat menjaga dirinya dari perbuatan tercela
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Azb; Tafsir; Imam Al-Tabari; Al-Qur’an |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 07:34 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 07:34 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30342 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
