Studi komparatif implementasi zakat produktif di BAZNAS Kab. Kendal dan BAZNAS Kota Semarang

Cholid, M. Ilham (2024) Studi komparatif implementasi zakat produktif di BAZNAS Kab. Kendal dan BAZNAS Kota Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102036010_M._Ilham_Cholid] Text (Skripsi_2102036010_M._Ilham_Cholid)
Skripsi_2102036010_M._Ilham_Cholid.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian komparatif tentang pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS. Pada dasarnya setiap Kabupaten/Kota memiliki BAZNAS sebagai lembaga pendayagunaan kegiatan zakat, di antaranya berada di wilayah Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Kedua BAZNAS kabupaten/kota tersebut sama-sama telah menjalankan program zakat produktif, dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan di dua wilayah tersebut. Kedua BAZNAS tersebut secara statistik juga telah sama-sama menjalankan mekanisme pendayagunaan zakat produktif dengan regulasi masing-masing. Hanya saja masih ada perbedaan signifikan terkait implementasi dan pendayagunaan zakat produktif yang dikelola keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi, mekanisme pengelolaan, peningkatan kesejahteraan mustahik, dan persamaan serta perbedaan mekanisme pendayagunaan zakat produktif keduanya.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan file research/lapangan, kualitatif dengan pendekatan penelitian hukum empiris/non doktrinal atau yuridis empiris. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam pengumpulsn data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama: Mekanisme yang diguanakan dalam pendayagunaan zakat produktif dilaksanakan dengan regulasi yang sama, akan tetapi hasil antar Baznas berdeda, seperti Baznas Kab. Kendal belum bisa menjalankan program Z- Auto, sedangkan Baznas Kota Semarang program Z-Auto sudah terlaksana. Kedua: Tingkat peningkatan hidup mustahik yang berbeda, Baznas Kab. Kendal 30 Mustahik, sedangkan Baznas Kota Semarang 80 Mustahik, terhitung 1 tahun terakhir. Ketiga: Persamaan dapat dilihat dari hukum/regulasi yang mengatur, sedangkan perbedaan dapat dilihat dari program yang terlaksana, dan diagram keberhasilan zakat produktif. Dari hasil penelitian diatas setiap Baznas diharapkan dapat berkerja sama dalam peningkatan mutu hidup mustahik dan melakukan evaluasi secara intens terhadap kesetaraan keberlangsungan dan kemajuan program pendayagunaan zakat produktif.

ABSTRACT:
This research is a comparative study of the productive use of zakat at BAZNAS. Basically, every Regency/City has BAZNAS as an institution for utilizing zakat activities, including those in Kendal Regency and Semarang City. The two district/city BAZNAS have both implemented productive zakat programs, in order to reduce poverty levels in the two regions. Statistically, the two BAZNAS have also implemented mechanisms for productive zakat utilization with their respective regulations. However, there are still significant differences regarding the implementation and utilization of productive zakat managed by both. This research aims to find out how implementation, management mechanisms, improving the welfare of mustahik, and the similarities and differences in mechanisms for utilizing productive zakat between the two
The type of research used is using file research/field, qualitative with an empirical/non-doctrinal or empirical juridical legal research approach. There are three methods used in collecting data including observation, interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative.
The research results show that First: The mechanism used in the utilization of productive zakat is implemented with the same regulations, but the results between Baznas are different, such as Baznas Kab. Kendal has not been able to implement the Z-Auto program, while the Semarang City Baznas has implemented the Z-Auto program. Second: Different levels of improvement in the lives of mustahik, Baznas Kab. Kendal has 30 Mustahik, while Baznas Semarang City has 80 Mustahik, starting from the last year. Third: Similarities can be seen from the governing laws/regulations, while differences can be seen from the programs implemented, and the diagram of the success of productive zakat. From the results of the research above, it is hoped that each Baznas can work together to improve the quality of life of mustahik and carry out intensive evaluations of the equality of sustainability and progress of the productive zakat utilization program.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Zakat produktif; Maslahat; BAZNAS
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.54 Zakat (Wakaf, Hibah, Infak, Sedekah, dll.)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 11 Jul 2026 04:28
Last Modified: 11 Jul 2026 04:28
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30359

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics