Penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli dalam perspektif hukum ekonomi syariah

Aprilia, Isnaini Zulfa (2024) Penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of Skripsi_2102036035_Isnaini_Zulfa_Aprilia] Text (Skripsi_2102036035_Isnaini_Zulfa_Aprilia)
Skripsi_2102036035_Isnaini_Zulfa_Aprilia.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli di restoran Hotplate Sambel Kuring Kota Depok Jawa Barat memunculkan banyak masalah, di antaranya yaitu penyampaian informasi palsu dan manipulatif terkait dengan kondusi sebenarnya restoran tersebut. Misalnya penaikan rating yang tinggi dan baik dengan tujuan menaikan minat pembeli, sementara fakta sebenarnya tidak demikian. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja buzzer marketingdan penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli dalam perspektif hukum ekonomi syariah.
Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan penelitian di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana cara kerja buzzer marketing? dan Bagaimana penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli di restoran Hotplate Sambel Kuring Kota Depok Jawa Barat dalam perspektif hukum ekonomi syariah?
Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan file research/lapangan, kualitatif dengan pendekatan penelitian hukum empiris/non doctrinal atau Yuridis Empiris. Metode yang digunakan adalah metode trianggulasi, penyusunan di kumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Penelitian ini menyimpulkan, pertama, bahwa cara kerja buzzer marketing mempromosikan produk yang dimana memberikan rating review pada restorant. Ditemukan bahwa cara kerja buzzer marketing tidak sesuai yang terjadi dilapangan hanya memberikan rating baik-baik dengan dalih untuk penaikan rating. Sehingga mengandung informasi palsu. Kedua, penggunaan buzzer marketing untuk penaikan rating review pembeli di restoran Hotplate Sambel Kuring Kota Depok Jawa Barat dalam perspektif hukum ekonomi syariah, hukumnya adalah haram. Hal ini berdasarkan pada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermualamah Melalui Media Sosial, yaitu perbuatan buzzer marketing termasuk perbuatan haram. Karena buzzer marketing menyampaikan informasi palsu dan manipulatif, sehingga adanya unsur penipuan.

ABSTRACT:
The use of buzzer marketing to increase buyer review ratings at the Hotplate Sambel Kuring restaurant, Depok City, West Java, has given rise to many problems, including the delivery of false and manipulative information related to the actual condition of the restaurant. For example, increasing a high and good rating with the aim of increasing buyer interest, while in fact this is not the case. Based on this, this research aims to find out how buzzer marketing works and the use of buzzer marketing to increase buyer review ratings from the perspective of sharia economic law.
Based on the background of the problem and research objectives above, the formulation of this research problem is How does buzzer marketing work? and How is buzzer marketing used to increase buyer review ratings at the Sambel Kuring Hotplate restaurant, Depok City, West Java from a sharia economic law perspective?
The type of research used is using research/field files, qualitative with an empirical/non-doctrinal legal research approach or Empirical Juridical. The method used is the triangulation method, the composition is collected through observation, interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative.
This research concludes, first, that the way buzzer marketing works is to promote products by providing review ratings to restaurants. It was found that the way buzzer marketing works is not appropriate, what happens in the field is only giving good ratings under the pretext of increasing the rating. So it contains false information. Second, the use of buzzer marketing to increase buyer review ratings at the Hotplate Sambel Kuring restaurant, Depok City, West Java, from the perspective of sharia economic law, is haram. This is based on MUI Fatwa Number 24 of 2017 concerning Laws and Guidelines for Congregating Through Social Media, namely that the act of buzzer marketing is a haram act. Because buzzer marketing conveys false and manipulative information, so there is an element of fraud.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Buzzer; Marketing; Konsumen; Rating review; Hukum ekonomi syariah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.27 Islam and social sciences > 297.273 Islam and economics
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74234 - Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Depositing User: Miswan Miswan
Date Deposited: 11 Jul 2026 05:27
Last Modified: 11 Jul 2026 05:27
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30363

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics