Resolusi konflik dalam Al-Qur’an : analisis kontekstualisasi tafsir ayat-ayat kisah Nabi Daud
Syah, Ziyat Abdul Muthi (2024) Resolusi konflik dalam Al-Qur’an : analisis kontekstualisasi tafsir ayat-ayat kisah Nabi Daud. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026119 - Ziyat Abdul MuΓÇÖthi Syah.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Konflik merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan dari kehidupan manusia. Dalam menyelesaikannya, diperlukan adanya usaha dari tiap-tiap pihak yang berkonflik untuk mencari jalan keluar agar konflik bisa di selesaikan dengan cepat dan tidak melebar kemana-mana. Era sekarang, perlu adanya cara penyelesaian konflik yang optimal berdasar pada kisah-kisah terdahulu yang berkaitan dengan konflik dan penyelesaianya. Penelitian ini berusaha menunjukan bahwa teori-teori konflik beserta resolusinya yang dikemukakan oleh para sosiolog telah digambarkan dalam kisah-kisah yang ada di dalam al-Qur’an seperti kisah-kisah Nabi Daud. Al-Qur’an menceritakan tentang konflik yang dialami oleh Nabi Daud dalam berbagai surah yaitu Q.S Al-Baqarah [2] ayat 251 menceritakan tentang konflik antara Nabi Daud dengan Raja Jalut, Al-Anbiya [21] ayat 78-80 menceritakan tentang penyelesaian konflik yang dilakukan oleh Nabi Daud terhadap pengembala dan petani, Q.S Shad [38] ayat 21-24 menceritakan tentang dua orang yang meminta putusan terhadap Nabi Daud. Penelitian ini berfokus pada cara penyelesaian Nabi Daud dalam mengahadapi konflik berdasarkan pada sumber data berupa ayat-ayat al-Qur’an yang menceritakan tentang konflik yang dialami Nabi Daud dan kitab-kitab tafsir dari zaman klasik hingga modern. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kontekstualisasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pertama, dalam al-Qur’an dijelaskan tentang kisah Nabi Daud terdapat beberapa resolusi konflik, antara lain: peacekeeping yaitu model resolusi konflik yang dilakukan oleh Nabi Daud karena adanya penindasan yang dialaminya sehingga dalam menyelesaikannya perlu adanya bantuan dari aparat keamanan dan militer. Mediasi yaitu model resolusi konflik ini juga dilakukan oleh Nabi Daud karena beliau menjadi orang ketiga dalam menyelesaikan konflik. Kedua, yaitu kontekstualisasi penafsiran ayat-ayat resolusi konflik kisah Nabi Daud dalam konteks masyarakat modern. di era sekarang, peacekeeping bisa dilakukan dengan dasar adanya penyerangan atau intimidasi yang mengharuskan melibatkan aparat keamanan dan dalam konteks yang spesifik seperti konflik yang telah mengancam warga sipil dan ketika semua upaya negosiasi telah gagal dalam menyelesaikan konflik. Kemudian di era sekarang, mediasi adalah model resolusi konflik yang paling relevan dan paling efektif dalam menyelesaikan konflik. Namun dalam situasi tertentu, mediasi tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan konflik karena konflik yang terjadi memiliki akar konflik yang lebih dalam dan lebih kompleks.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nabi Daud; Resolusi konflik; Kontekstualisasi |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 02:11 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 02:11 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30373 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
