Ibrah ayat-ayat kisah dakwah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an : analisis penafsiran Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labīd
Haq, Tafuzu Dhiyaul (2024) Ibrah ayat-ayat kisah dakwah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an : analisis penafsiran Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labīd. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
2004026131 - Tafuzu Dhiyaul Haq.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (5MB)
Abstract
Nabi Nuh AS diutus sebagai rasul untuk menyadarkan kaumnya yang telah menyimpang dan meninggalkan ajaran agama. Karena kaumnya berada pada masa kekosongan nabi, sehingga Nuh ditugaskan membangun kembali pondasi agama. Serta kaum Nuh pada waktu itu yang menurut Nawawi adalah seluruh penduduk bumi tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi dakwah nabi Nuh. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengidentifikasi ayat Al-Qur’an yang membahas kisah nabi Nuh, kemudian menganalisis metode dakwah nabi Nuh dan strategi menghadapi pembangkangan kaumnya dalam Tafsir Marah Labid, kemudian menarik ibrah yang terkandung didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode serta strategi Nuh menghadapi pembangkangan kaum terhadap dakwahnya dalam tafsir Marah Labid, serta ibrah yang terdapat didalamnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi tafsir Al-Qur’an, dapat memberikan gambaran penafsiran Nawawi terhadap ayat kisah dakwah nabi Nuh, serta ibrah didalamnya. Diantara penafsirannya adalah: Menurut Nawawi Al- Bantani, Nabi Nuh sebagai seorang rasul hanya berikhtiar menyampaikan dakwah kepada kaumnya dengan bahasa yang dimengerti kaumnya untuk mengajak kembali beribadah kepada Allah. Menurut Nawawi Al-bantani untuk menyiasati jumlah kaumnya yang besar nabi Nuh membagi metode dakwahnya menjadi tiga, secara diam-diam, secara terang-terangan, dan penggabungan dua metode. Dakwah Nuh yang penuh tantangan dari kaumnya, mulai dari hinaan, ancaman, serta tuduhan, namun Nuh dalam menghadapi pembangkangan kaumnya tersebut, Nuh lebih memilih untuk berdialog dengan kaumnya dan menanyakan bagaimana pendapat mereka jika Nuh menerima bukti kenabian. Setelah dakwah yang lama, dan mendapat penolakan kaumnya, maka Nuh mengadu tentang perlakuan kaumnya. Dan pada akhirnya Nuh berdoa untuk membinasakan seluruh orang kafir, karena menurut menurut Nawawi mereka akan menyesatkan hamba Allah dan mereka akan melanjutkan kekafirannya dari garis keturunannya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dakwah; Nabi Nuh; Ibrah; Nawawi Al-Bantani |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.7 Propagation of Islam > 297.74 Dakwah |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fahrurozi Fahrurozi |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 02:25 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 02:25 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30374 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
