Żabaḥa dalam Al-Qur’ān : pendekatan semantik Toshihiko Izuts

Abrar, Muhammad Raif Al (2024) Żabaḥa dalam Al-Qur’ān : pendekatan semantik Toshihiko Izuts. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of 2104026051 - Muhammad Raif Al Abrar] Text (2104026051 - Muhammad Raif Al Abrar)
2104026051 - Muhammad Raif Al Abrar.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Istilah żabaḥa sering dihubungkan dengan makna penyembelihan. Namun, istilah ini sebenarnya mengandung berbagai makna lain yang ingin disampaikan oleh Allah. Dengan kata lain, setiap term di dalam Al-Qur’ān memiliki tujuan serta fungsi, termasuk term żabaḥa, yang tidak hanya terbatas pada makna penyembelihan. Fokus utama penelitian ini yaitu mengungkapkan pergeseran makna dari term żabaḥa dengan menganalisis makna dasar, makna relasional, aspek sinkronik, aspek diakronik, dan pandangan dunia (weltanschauung) dari term żabaḥa. Pendekatan semantik dipilih karena semantik mampu menjelaskan makna suatu kata secara mendalam, tidak hanya secara leksikal, tetapi juga dalam hubungannya dengan kata-kata lain dalam teks, baik dalam konteks kalimat maupun dalam tataran sistem nilai Al-Qurān. Semantik juga memungkinkan analisis terhadap perubahan makna suatu istilah dari masa ke masa, memberikan wawasan yang lebih kaya tentang perkembangan makna yang dibentuk oleh Al-Qurān. Teori Toshihiko Izutsu digunakan karena pendekatannya yang unik dalam memahami konsep Qur'ani melalui analisis makna dasar dan makna relasional. Selain itu, Izutsu menekankan pentingnya weltanschauung atau pandangan dunia Qur’ani, di mana Al-Qurān dipahami sebagai sistem nilai yang menjelaskan konsep-konsep utamanya dalam hubungan yang saling terkait. Teori ini juga memberikan metode analisis yang terstruktur, yaitu pendekatan sinkronik dan diakronik, yang relevan untuk mengungkap pergeseran makna żabaḥa dari masa pra-Qur’anik, Qur’anik, hingga pasca-Qur’anik. Penelitian ini menggunakan jenis riset pustaka (library research) serta teknik dokumentasi. Data pendukung dari skripsi ini adalah data primer yaitu teks Al-Qur’ān serta buku karya Toshihiko Izutsu dengan judul God and Man in the Koran: Semantics of the Kor'anic Weltanschauung. Kemudian, data sekundernya yakni kitab-kitab tafsir, buku-buku, dan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif serta menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Hasil skripsi ini adalah makna dasar term żabaḥa adalah menyembelih. Sedangkan makna relasionalnya ialah penindasan dan kekerasan, pengorbanan dan ketaatan, ancaman, persembahan, dan perintah penyembelihan sapi. Adapun makna sinkronik dan diakroniknya adalah di masa pra-Qur’anik term żabaḥa digambarkan sebagai tindakan penyembelihan yang dilakukan sebagai bentuk persembahan kepada dewa-dewa. Pada masa Qur’anik, maknanya bergeser menjadi tindakan penyembelihan yang lebih dimaknai sebagai pengorbanan dan ketaatan kepada Allah. Kemudian, pada masa pasca-Qur’anik, maknanya berkembang menjadi aturan syariat terkait cara penyembelihan hewan. Sehingga, ditemukan makna weltanschauung Qur'ani mengenai żabaḥa yang menekankan bahwa pengorbanan adalah bagian penting dari ketaatan total kepada Allah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Żabaḥa; Semantik; Thoshihiko Izutsu
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1226 Interpretation and Criticism
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Fahrurozi Fahrurozi
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:04
Last Modified: 13 Jul 2026 07:04
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30383

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics