Interaksi sosial dalam mewujudkan kerukunan lintas agama : studi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta
Chairansyah, Muhammad Furqon (2025) Interaksi sosial dalam mewujudkan kerukunan lintas agama : studi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2006026098MUHAMMAD_FURQON_CHAIRANSYAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (3MB)
Abstract
Interaksi Sosial dalam bahasa Inggris yaitu Social Interaction yang memiliki makna yaitu tindakan yang terjadi secara dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Secara etimologis, istilah interaksi sosial berasal dari dua kata Latin, yaitu "con" atau "cum" yang berarti "bersama-sama," dan "tango" yang berarti "menyentuh," sehingga dapat diartikan sebagai "bersama-sama menyentuh." Interaksi sosial mencakup hubungan antara individu, kelompok, atau kelompok satu sama lain (Soekanto, 2006). Menurut Nasdian (2015), interaksi sosial menggambarkan tingkat sosial yang mengatur cara individu dalam masyarakat berinteraksi dan bertindak terhadap satu sama lain. Struktur sosial berperan sebagai dasar dari bentuk hubungan sosial yang lebih kompleks, yang disebut relasi sosial. Selain itu, proses sosial terjadi ketika perhatian seseorang terarah pada orang lain, sehingga perilaku mereka dipengaruhi oleh tindakan serta perkataan orang lain, yang dikenal sebagai relasi sosial. Jacky (2015) Interaksi sosial menggambarkan tindakan yang melibatkan dua atau lebih pihak yang saling berpengaruh satu sama lain. Dalam interaksi, penting adanya efek timbal balik. Orientasi bersama sangat dibutuhkan dalam interaksi sosial, karena mengamati orang lain secara diam-diam bukanlah bentuk interaksi sosial yang sebenarnya. Pada dasarnya, proses sosial dan interaksi sosial memiliki kesamaan esensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai bentuk interaksi sosial yang berkontribusi pada kerukunan lintas agama serta dampak dari interaksi antara jamaah Muslim dan Katolik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan berjenis penelitian lapangan. Data yang dihimpun terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Peneliti mengadakan wawancara mendalam dengan sembilan informan, di antaranya Romo dari Gereja Katedral, Humas Masjid Istiqlal, Humas Gereja Katedral, Kepala Divisi Relasi dan Komunikasi ARMI (Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal), Ketua OMK (Orang Muda Katedral), serta masyarakat yang beragama Muslim dan Katolik. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan analisis induktif dengan pendekatan teori tindakan sosial dari Max Weber.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi sosial antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral memainkan peran krusial dalam mendukung keharmonisan lintas agama di masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi berbagai strategi, seperti mendorong kerukunan sosial dalam konteks agama, optimalisasi dan pencegahan konflik, pengembangan budaya perdamaian, penguatan nilai-nilai lokal, peningkatan pemahaman multikultural, serta memperkuat peran tokoh agama dan masyarakat. Selain itu, studi ini menunjukkan adanya persepsi yang beragam terhadap interaksi kedua tempat ibadah ini, baik dari sisi positif maupun negatif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Interaksi sosial; Masjid Istiqlal; Gereja Katedral |
| Subjects: | 300 Social sciences > 302 Social interaction |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 69201 - Sosiologi |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 03:00 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 03:03 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30440 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
