Komparasi pemikiran humanisme antara Abdurrahman Wahid dengan Mohammed Arkoun
Mawarid, Muhammad Zaim (2025) Komparasi pemikiran humanisme antara Abdurrahman Wahid dengan Mohammed Arkoun. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI1804016097MUHAMMAD_ZAIM_MAWARID-0.jpeg - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (56kB) | Preview
Abstract
Penelitian ini membahas pemikiran humanisme Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Mohammed Arkoun dalam konteks Islam modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami nilai-nilai humanisme dalam agama sebagai respons terhadap meningkatnya radikalisme dan eksklusivisme yang sering mengabaikan martabat manusia. Gus Dur dikenal karena gagasannya yang menekankan pluralisme, toleransi, dan keadilan sosial melalui pendidikan yang inklusif serta perlindungan terhadap hak-hak minoritas. Di sisi lain, Mohammed Arkoun mengadopsi pendekatan hermeneutika dan multidisipliner untuk mendekonstruksi pemahaman tradisional Al-Qur’an dan membangun interpretasi yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud konkret humanisme dalam pemikiran kedua tokoh tersebut serta kontribusinya terhadap perkembangan wacana Islam modern. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis, di mana data diperoleh dari karya-karya utama dan analisis sekunder terkait pemikiran Gus Dur dan Arkoun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Dur menerapkan nilai-nilai humanisme secara praktis dalam berbagai bidang, terutama pendidikan dan advokasi sosial. Pendidikan humanis yang dia dorong menekankan pluralitas peserta didik dan menghargai perbedaan pendapat, sehingga membangun individu yang kritis dan toleran. Selain itu, Gus Dur secara konsisten membela kelompok minoritas dan hak asasi manusia, baik dalam konteks agama maupun politik. Sementara itu, Mohammed Arkoun lebih menekankan pendekatan teoretis, dengan mengkritisi pandangan tradisional tentang Al-Qur’an. Arkoun mengintegrasikan ilmu sosial untuk memahami wahyu sebagai bagian dari konteks sejarah dan budaya, sehingga memungkinkan pembacaan ulang teks agama yang lebih fleksibel dan relevan. Humanisme kedua tokoh ini merepresentasikan dua pendekatan yang saling melengkapi: Gus Dur berfokus pada implementasi praktis dalam kehidupan masyarakat, sedangkan Arkoun memberikan landasan teoritis yang kuat untuk pembaruan pemikiran Islam. Keduanya menawarkan perspektif humanisme yang penting untuk menjawab tantangan sosial dan keagamaan di era kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Humanisme; Abdurrahman Wahid; Mohammed Arkoun |
| Subjects: | 100 Philosophy and psychology > 101 Theory of philosophy |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 03:38 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 03:40 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30549 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
