Analisis kekosongan perangkat desa tahun 2022-2024 : studi kasus di Desa Mranggen Kec. Mranggen Kab. Demak
Muhson, Muhammad Maulana (2025) Analisis kekosongan perangkat desa tahun 2022-2024 : studi kasus di Desa Mranggen Kec. Mranggen Kab. Demak. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106016048MUHAMMAD_MAULANA_MUHSON-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini akan membahas terkait Analisis Kekosongan Perangkat Desa Tahun 2022 – 2024 (Studi Kasus di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya kekosongan perangkat desa dan model pengambilan keputusan apa yang digunakan oleh kepala desa serta bagaimana dampak yang dapat diberikan dalam pelayanan kepada masyarakat di Desa Mranggen. Tujuan dari adanya suatu pelayanan kepada masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan dan hak-hak masyarakat secara efektif, efisien, dan adil. Kemudian rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa pemerintah desa mempertahankan kekosongan Perangkat Desa di Desa Mranggen serta bagaimana dampak kekosongan Perangkat Desa terhadap efektivitas pemerintahan desa.
Penelitian ini menggunakan teori pengambilan keputusan model rasionalitas terbatas (Bounded rationality) menurut Hebert A. Simon dan teori governability yang dikemukakan oleh Jan Kooiman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan studi kasus. Sumber pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Narasumber yang dipilih pada penelitian ini meliputi kepala desa, perangkat desa, ketau Rt/Rw, BPD, LPMD, tokoh agama dan masyarakat Desa Mranggen.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kekosongan perangkat desa sudah lama terjadi sejak tahun 2022 – 2024. Sejumlah empat perangkat desa dinyatakan kosong dan dibiarkan oleh kepala desa tanpa adanya perekrutan ataupun seleksi perangkat desa. Hal ini terjadi karena pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala desa kurang rasional. Dimana kepala desa melakukan suatu keputusan dengan melakukan pengisian perangkat desa secara sepihak dan pengangkatan pelaksana tugas (plt) perangkat desa tanpa melaksanakan seleksi perangkat desa. Beberapa indikator bagaimana kepala desa membuat keputusan yang tidak sepenuhnya rasional diantaranya Keterbatasan Informasi dimana kepala desa memiliki akses informasi yang terbatas, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Keterbatasan waktu, waktu yang terbatas memaksa individu untuk membuat keputusan dengan cepat, sehingga mereka tidak selalu memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan semua alternatif dan Satisficing (Memuaskan) dimana individu tidak selalu mencari keputusan yang optimal, melainkan keputusan yang memuaskan atau cukup baik (satisficing). Dilihat dari temuan hasil peneliti mengenai proses pengambilan keputusan tersebut, menggunakan model rasionalitas terbatas menurut Hebert A. Simon. Pada model tersebut menunjukan masih terjadi sentralitas dari kepala desa selaku aktor politik sebagai pengambil keputusan yang paling dominan sehingga memberikan dampak yang masih kurang rasional pada kekosongan perangkat desa dan pelayanan kepada masyarakat Desa Mranggen.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perangkat desa; Pengambilan keputusan; Pelayanan; Desa Mranggen |
| Subjects: | 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 324 The political process |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:47 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:50 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30572 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
