Analisis putusan hakim terhadap cerai gugat karena suami tidak dapat memberikan nafkah secara layak di Pengadilan Agama Purwodadi : studi putusan No.2526/Pdt.G/2023/PA.Pwd

Muzaqi, Muhammad Imam (2024) Analisis putusan hakim terhadap cerai gugat karena suami tidak dapat memberikan nafkah secara layak di Pengadilan Agama Purwodadi : studi putusan No.2526/Pdt.G/2023/PA.Pwd. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.

[thumbnail of SKRIPSI_2002016123_MUHAMMAD_IMAM_MUZAQI] Text (SKRIPSI_2002016123_MUHAMMAD_IMAM_MUZAQI)
2002016123 - MUHAMMAD IMAM MUZAQI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum dalam perkara perceraian yang diajukan di Pengadilan Agama Purwodadi dengan dasar gugatan ketidakmampuan suami dalam memberikan nafkah yang layak. Kasus ini tercermin dalam Putusan Pengadilan Agama Purwodadi Nomor 2526/Pdt.G/2023/PA.Pwd, di mana Penggugat mengajukan gugatan cerai karena Tergugat (suami) tidak mampu memenuhi kewajiban nafkah, yang berujung pada perselisihan dan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan metode kualitatif, di mana analisis dilakukan terhadap dokumen putusan pengadilan serta hukum positif dan prinsip- prinsip hukum Islam terkait nafkah suami terhadap istri. Berdasarkan data yang dikumpulkan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kelalaian suami dalam memenuhi nafkah dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap kewajiban hukum yang diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam.

Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan hakim sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku dan Kompilasi Hukum Islam yang berlaku di Indonesia. Analisis hukum islam terhadap putusan ini, telah mencerminkan penerapan prinsip maqasid syari'ah, yaitu hifzh al-din (perlindungan agama), hifzh al- nafs (perlindungan jiwa), hifzh al-‘aql (perlindungan akal), hifzh al-nasl (perlindungan keturunan), dan hifzh al-mal (perlindungan harta). Perceraian diputuskan karena rumah tangga tidak mencapai tujuan sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta untuk melindungi kesejahteraan jiwa, akal, dan harta pihak-pihak yang terlibat. Keputusan ini juga mempertimbangkan perlindungan terhadap anak-anak dan memberikan kesempatan bagi penggugat untuk memperbaiki kondisi ekonomi setelah berpisah. Secara

keseluruhan, putusan ini bertujuan untuk menghindari mudarat dan memastikan kemaslahatan kedua belah pihak

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perkawinan; Perceraian; Nafkah; Cerai gugat; Maqasid syari’ah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Siti Purwati
Date Deposited: 17 Jul 2026 07:43
Last Modified: 17 Jul 2026 07:43
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30698

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics