Analisis hukum terhadap metode penentuan nasab anak di Yayasan Panti Asuhan Manarul Mabrur Semarang
Asror, Mustaghfiri (2024) Analisis hukum terhadap metode penentuan nasab anak di Yayasan Panti Asuhan Manarul Mabrur Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.
2002016125 - Mustaghfiri Asror.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (1MB)
Abstract
Penentuan nasab mempunyai dampak yang sangat besar terhadap anak, dengan demikian setiap anak harus menentukan nasabnya dengan jelas. Panti Asuhan Manarul Mabrur adalah yayasan yang mengasuh anak-anak yang diterlantarkan oleh kedua orang tuanya, anak anak di panti asuhan telah memperoleh hak identitas mereka berupa akta kelahiran, yang mana dalam akta kelahiran juga terdapat nama orang tua dari anak tersebut, di dalam akta kelahiran anak panti asuhan pun berbeda-beda. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu Bagaimana analisis hukum positif terhadap metode penentuan nasab pada anak temuan di Yayasan Panti Asuhan Manarul Mabrur Semarang dan Bagaimana analisis hukum Islam terhadap metode penentuan nasab anak temuan di Yayasan Panti asuhan Manarul Mabrur Semarang.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian non-doktrinal atau empiris dengan pendekatan penelitian yuridis-empiris. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis datanya terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Metode penentuan nasab anak yang sudah diupayakan oleh panti asuhan Manarul Mabrur sudah sesuai dengan metode penentuan nasab anak dalam Fikih yaitu dengan menggunakan metode melalui pernikahan sah, pengakuan yang dilakukan oleh ibu kandung, dan melalui pembuktian yang dilakukan oleh saksi. Akan tetapi, ada kasus penetapan nasab anak dengan menggunakan metode adopsi yang ini dilarang oleh Fikih, yaitu menasabkan anak kepada orang tua angkat. Fikih Islam tidak mengakui perubahan nasab melalui adopsi. Oleh karena itu, anak angkat tidak bisa dinasabkan kepada orang tua angkat, dan nasab tetap dihubungkan dengan orang tua kandung. (2) Yayasan Panti asuhan Manarul Mabrur dalam proses penentuan nasab anak melalui akta kelahiran ada yang sudah sesuai dan ada yang tidak sesuai, beberapa anak yang sudah sesuai nasabnya yaitu yang dinasabkan kepada ayah atau ibu kandungnya dan tidak ada nasabnya, sedangkan yang tidak sesuai yaitu anak yang dinasabkan kepada pengurus panti asuhan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penentuan nasab; Fikih; Hukum positif |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Siti Purwati |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 08:06 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 08:06 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30699 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
