Analisis nafkah ‘iddah dan mut’ah dalam perkara cerai gugat perspektif Hukum Islam : studi putusan nomor 1122/pdt.g/2023/pa.Kds
Silviani, Endiana (2024) Analisis nafkah ‘iddah dan mut’ah dalam perkara cerai gugat perspektif Hukum Islam : studi putusan nomor 1122/pdt.g/2023/pa.Kds. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo.
2102016071 - ENDIANA SILVIANI.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini membahas nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) sebagai hak mantan istri pasca perceraian dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif yang sering terabaikan, terutama jika tidak dituntut secara eksplisit oleh penggugat. Hal ini bertentangan dengan SEMA Nomor 3 Tahun 2018 yang mengatur pemberian nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) bagi istri yang tidak nusyu>z. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. menganalisis nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) cerai gugat dalam putusan nomor 1122/Pdt.G/2023/PA.Kds., 2. Menganalisis tinjauan mas}lah}ah mursalah terhadap nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) cerai gugat dalam putusan nomor 1122/Pdt.G/2023/PA.Kds.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan data primer dari peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, serta putusan nomor 1122/Pdt.G/2023/PA/Kds. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan (library research) dan wawancara hakim di Pengadilan Agama yang kemudian disusun dalam bentuk narasi. Adapun analisis dilakukan dengan mendeskripsikan dan mengolah data menggunakan metode analisis dokumen, diinterpretasikan secara mandiri oleh peneliti, dan disusun sesuai pedoman penulisan akademik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Hakim seharusnya memberikan nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) kepada penggugat karena tidak adanya bukti nusyu>z dan fakta persidangan yang menunjukkan kerugian, termasuk adanya wanita idaman lain dan sikap temperamental. Pemberian nafkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum mantan suami, meskipun dalam jumlah kecil. 2. Putusan Nomor 1122/Pdt.G/2023/PA.Kds, yang tidak memberikan nafkah ‘iddah (عِدَّة) dan mut’ah (مُتْعَة) dalam perkara cerai gugat, sejalan dengan dalil syar’i tetapi belum sepenuhnya memenuhi kriteria mas}lah}ah. Keputusan tersebut kurang memperhatikan perlindungan hak mantan istri yang rentan secara finansial dan emosional pasca perceraian, sehingga memunculkan kemadharatan bagi mantan istri.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah ‘iddah; Mut’ah; Hukum positif; Hukum Islam; Maslahah mursalah |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) |
| Depositing User: | Siti Purwati |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 01:24 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 01:26 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30717 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
