Pola kaderisasi partai politik di tingkat lokal: studi kasus Partai Demokrat Kabupaten Kudus tahun 2019-2024
Putri, Aisya Dhefi Helmalia (2025) Pola kaderisasi partai politik di tingkat lokal: studi kasus Partai Demokrat Kabupaten Kudus tahun 2019-2024. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2106016022AISYA_DHEFI_HELMALIA_PUTRI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (955kB)
Abstract
Sejarah partisipasi perempuan dalam politik memiliki banyak tantangan, di mana stereotip gender dan sistem patriarki sering kali menghalangi peran aktif perempuan. Meskipun terdapat kebijakan seperti UU No. 7 Tahun 1984 dan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 yang mendukung keterlibatan perempuan dalam politik, namun tantangan struktural dan kultural masih menjadi penghalang utama dalam kaderisasi partai politik di tingkat lokal. Maka fokus penelitan ini adalah mengetahui pola kaderiasi perempuan yang berjalan di Partai Demokrat Kudus dan representasi kader perempuan dalam struktural partai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggukan analisis melalui tiga tahap utama yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kaderisasi perempuan di Partai Demokrat Kabupaten Kudus berjalan melalui jalur informal dengan tahapan rekrutmen terbuka dan pelatihan politik, namun belum mampu menghasilkan kader perempuan yang siap menduduki posisi strategis. Upaya ini terkendala oleh terbatasnya sumber daya, rendahnya minat politik perempuan akibat norma sosial-budaya, serta dominasi nilai patriarki yang masih kuat. Sedangkan representasi perempuan di Partai Demokrat masih menghadapi tantangan mendasar akibat ketidakseimbangan antara ketersediaan kader perempuan berkualitas dan kebutuhan partai untuk mengisi posisi strategis. Walaupun kebijakan kuota 30% telah diterapkan sebagai bentuk afirmasi, implementasinya belum efektif karena proses kaderisasi yang tidak berbasis meritokrasi dan budaya organisasi yang masih didominasi nilai-nilai maskulin. Akibatnya, perempuan lebih sering ditempatkan pada posisi simbolik tanpa peran strategis, dan berbagai hambatan struktural serta kultural turut memperkuat minimnya pengaruh perempuan dalam pengambilan keputusan partai.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kaderisasi perempuan; Partai politik; Representasi perempuan |
| Subjects: | 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 324 The political process |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > 67201 - Ilmu Politik |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 03:25 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 03:28 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30758 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
