Ketentuan waktu salat di kapal selam dalam kitab al-Ma‘ayīr al-Fiqhiyyah wal Falakiyyah fī I‘dād at-Taqāwīm al-Hijriyyah

Natasya, Julia (2025) Ketentuan waktu salat di kapal selam dalam kitab al-Ma‘ayīr al-Fiqhiyyah wal Falakiyyah fī I‘dād at-Taqāwīm al-Hijriyyah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102046059DPJULIA_NATASYA] Text (SKRIPSI2102046059DPJULIA_NATASYA)
SKRIPSI2102046059DPJULIA_NATASYA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penentuan waktu salat di kapal selam menjadi permasalahan dalam fiqh dan ilmu falak karena keterbatasan dalam mengamati tanda-tanda alam, seperti terbit dan terbenamnya matahari. Kondisi ini disebabkan oleh kegelapan di dalam laut yang menghalangi pandangan awak kapal selam. Nizar Mahmoud Qasim Al-Sheikh dalam kitab Al-Ma‘ayīr Al-Fiqhiyyah Wal Falakiyyah Fī I‘dād At-Taqāwīm Al-Hijriyyah menjelaskan bahwa diperlukan koreksi kedalaman tempat dalam menentukan awal waktu salat, sebagaimana koreksi ketinggian tempat bagi seseorang di pesawat dan daerah pegunungan. Selisih waktunya telah ditentukan dalam tabel yang disediakan dalam kitab tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan membahas tentang 1). Bagaimana ketentuan awal waktu salat di kapal selam dalam kitab Al-Ma‘ayīr Al-Fiqhiyyah Wal Falakiyyah Fī I‘dād At-Taqāwīm Al-Hijriyyah? 2). Bagaimana ketentuan awal waktu salat di kapal selam dalam kitab Al-Ma‘ayīr Al-Fiqhiyyah Wal Falakiyyah Fī I‘dād At-Taqāwīm Al-Hijriyyah dalam perspektif Fikih?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang dianalisis secara deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu sumber primer diperoleh dari kitab Al-Ma‘ayīr Al-Fiqhiyyah Wal Falakiyyah Fī I‘dād At-Taqāwīm Al-Hijriyyah dan hasil wawancara kepada pengarang kitab. Selain itu penulis menggunakan sumber data sekunder Buku Ilmu Falak: Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern dan jurnal Problems Of Prayer Time And Qibla Direction In Outer Space.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan awal waktu salat di kapal selam harus dilakukan dengan koreksi terhadap ufuk, sama seperti yang diterapkan pada ketinggian tempat di atas permukaan laut. Dalam kondisi ekstrem ini, waktu salat di kapal selam disamakan dengan qiyas pada hukum salat Astronaut di luar angkasa. Waktu salat mengikuti waktu sesuai zona geografis atau waktu standar yang digunakan oleh kru kapal selam sesuai dengan jadwal waktu salat di permukaan laut. Pendekatan ini tetap mempertimbangkan prinsip kemudahan (rukhsah) dalam syariat Islam, dengan memungkinkan pelaksanaan salat dalam posisi yang sesuai dengan keterbatasan ruang dan gerak di kapal selam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Waktu Salat; Kapal Selam; Kitab Al-Ma‘ayīr Al-Fiqhiyyah Wal Falakiyyah Fī I‘dād At-Taqāwīm Al-Hijriyyah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 28 Jul 2026 03:43
Last Modified: 28 Jul 2026 03:43
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30759

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics