Perlindungan hukum bagi pengguna layanan pendanaan bersama berbasis teknologi dan informasi dalam perspektif hak asasi manusia

Sari, Citra Novita (2025) Perlindungan hukum bagi pengguna layanan pendanaan bersama berbasis teknologi dan informasi dalam perspektif hak asasi manusia. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1902056115CITRA_NOVITA_SARI] Text (SKRIPSI1902056115CITRA_NOVITA_SARI)
SKRIPSI1902056115CITRA_NOVITA_SARI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa kemudahan dalam transaksi keuangan, termasuk layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau yang biasa disebut pinjaman online. Namun, juga menimbulkan berbagai permasalahan hukum yang berdampak pada perlindungan konsumen, terutama terkait penyalahgunaan data pribadi, metode penagihan intimidatif, dan ketidakseimbangan informasi mengenai suku bunga. Berbagai aturan hukum yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 10/POJK.05/2022, masih menghadapi kendala dalam implementasinya. Perumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana perlindungan hukum bagi pengguna layanan pendanaan bersama berbasis teknologi dan informasi menurut Hak Asasi Manusia serta prinsip HAM apa saja yang seharusnya diakomodasi dalam regulasi layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian yang pertama menunjukkan bahwa regulasi yang ada belum mampu memberikan perlindungan yang optimal, terutama karena UUPK tidak secara eksplisit mengatur perlindungan terhadap transaksi digital, UU PDP masih memiliki kelemahan dalam pengawasan dan sanksi terhadap penyalahgunaan data pribadi, serta POJK No. 10/POJK.05/2022 yang hanya mengatur penyelenggara resmi. Yang kedua prinsip-prinsip HAM dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, seperti nondiskriminasi, kebebasan dari intimidasi, dan perlindungan privasi, belum sepenuhnya terintegrasi dalam regulasi layanan pinjaman online. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti Penguatan Regulasi dan penegakan hukum, Edukasi hukum kepada masyarakat dan Pengawasan yang ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kominfo.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum; Pinjaman Online; Pendanaan bersama; Hak Asasi Manusia
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law > 346 Private law
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 03 Aug 2026 04:33
Last Modified: 03 Aug 2026 04:33
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30768

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics