Transformasi menuju kehidupan monasti : studi pengalaman religius Bhikkuni dan Samaneri di Vihara Mahabodhi Semarang
Khoirunnisa, Citra Aliyyah (2025) Transformasi menuju kehidupan monasti : studi pengalaman religius Bhikkuni dan Samaneri di Vihara Mahabodhi Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2104036036DPCITRA_ALIYYAH_KHOIRUNNISA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Kehidupan monastik merupakan salah satu bentuk penghayatan spiritual yang mendalam dalam ajaran Agama Buddha. Keputusan untuk menjalani kehidupan sebagai Bhikkuni dan Samaneri bukan hanya merupakan pilihan keagamaan, tetapi juga hasil dari proses batin yang panjang dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman religius berperan sebagai pendorong individu dalam mengambil keputusan untuk menjadi Bhikkuni dan Samaneri di Vihara Mahabodhi Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan psikologi agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan empat narasumber, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori William James mengenai empat karakteristik pengalaman religius, yaitu ineffability, noetic quality, transiency, dan passivity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pengalaman religius para samaneri dan bhikkuni muncul dalam bentuk perasaan intuitif yang kuat, dorongan batin yang mendalam, serta keterpanggilan spiritual yang tidak selalu dapat dijelaskan secara rasional. Kedua, bahwa pengalaman religius memainkan peran fundamental dalam mendorong pengambilan keputusan untuk menjalani kehidupan monastik. Keputusan menjadi bhikkuni tidak muncul secara tiba-tiba melainkan merupakan hasil dari proses spiritual yang panjang dan mendalam, yang terbentuk melalui akumulasi pengalaman-pengalaman religius personal sejak usia dini. Keempat narasumber memiliki latar belakang keluarga Buddhis dan lingkungan religius yang memperkuat kecenderungan mereka untuk mendekat pada kehidupan spiritual. Selain itu, interaksi dengan figur guru spiritual juga menjadi faktor signifikan yang memperkuat keyakinan mereka dalam menempuh jalan monastik. Analisis berdasarkan teori William James menunjukkan bahwa pengalaman para Bhikkuni dan Samaneri mencerminkan keempat karakteristik pengalaman religius tersebut, yang secara bersama-sama mendorong transformasi batiniah dan keputusan untuk meninggalkan kehidupan awam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman religius memainkan peran penting sebagai titik balik dalam perjalanan spiritual seseorang. Dalam konteks kehidupan monastik, pengalaman tersebut menjadi pendorong utama yang memperkuat tekad individu untuk memilih jalan monastik. Temuan ini juga menegaskan bahwa pengalaman religius bersifat subjektif dan personal, namun memiliki kekuatan transformatif yang signfikan membentuk pilihan hidup seseorang dalam tradisi keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Religius; Bhikkuni; Samaneri; Monastik |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 204 Religious experiences, life, practice |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76234 - Studi Agama-agama |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:29 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:33 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30803 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
