Kebermaknaan hidup penyandang tunanetra pada komunitas Sahabat Mata Semarang

Alfiatuni'mah, Sibthi (2025) Kebermaknaan hidup penyandang tunanetra pada komunitas Sahabat Mata Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2107016015SIBTHI_ALFIATUNIMAH] Text (SKRIPSI2107016015SIBTHI_ALFIATUNIMAH)
SKRIPSI2107016015SIBTHI_ALFIATUNIMAH-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Kebermaknaan Hidup Penyandang Tunanatera pada Komunitas Sahabat Mata Semarang

Abstrak
Kebermaknaan hidup menjadi aspek penting dalam perjalanan penyandang tunanetra non-bawaan untuk bangkit dari keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pencapaian kebermaknaan hidup pada anggota komunitas sahabat mata Semarang. Metode yang digunakan adalah fenomenologi deskriptif dengan alur analisis data dari Moustakas. Subjek berjumlah empat orang, seluruhnya mengalami total blind (kebutaan total) akibat penyakit dan kecelakaan pada usia remaja dan dewasa awal. Lama mengalami ketunanetraan beragam antara 7 hingga 21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek melewati kelima tahap kebermaknaan hidup menurut Bastaman, yaitu: penderitaan, penerimaan diri, penemuan makna, realisasi makna, dan kehidupan bermakna. Tahap penderitaan ditandai dengan penolakan, isolasi diri, dan emosi tidak stabil. Seiring waktu, berkat intropeksi diri dan penerimaan dengan konsep nrimo ing pandum, subjek mulai masuk pada tahap penerimaan dan penemuan makna. Pada tahap realisasi, subjek aktif mengembangkan Keterampilan baru dan berkontribusi sosial melalui kegiatan komunitas. Seluruh subjek berhasil mencapai tahap kehidupan bermakna, ditandai dengan kepercayaan diri meningkat, optimis dalam menjalani hidup, serta kesediaan memberi manfaat bagi orang lain. Kebaruan penelitian ini terletak pada penemuan bahwa pencapaian kebermaknaan hidup tidak semata dipengaruhi oleh faktor eksternal (dukungan sosial), tetapi berproses secara mendalam dari menerapkan nilai nrimo ing pandum, perubahan sikap batin, dan kesadaran spiritual sebagai penggerak utama. Hal ini memperkaya konsep kebermaknaan hidup Bastaman dengan menambahkan unsur religiusitas lokal khas budaya Jawa, yang sebelumnya belum banyak dibahas dalam penelitian lain.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kebermaknaan hidup; Tunanetra; Sahabat mata
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
Divisions: Fakultas Psikologi dan Kesehatan > 73201 - Psikologi
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 27 Jul 2026 04:07
Last Modified: 27 Jul 2026 04:09
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30814

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics