Penerapan filsafat Stoic bagi generasi Z menurut Marcus Aurelius

Pramuda, Yoga Abhei (2025) Penerapan filsafat Stoic bagi generasi Z menurut Marcus Aurelius. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI1904016010YOGA_ABHEI_PRAMUDA] Text (SKRIPSI1904016010YOGA_ABHEI_PRAMUDA)
SKRIPSI1904016010YOGA_ABHEI_PRAMUDA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Masyarakat memandang filsafat sebagai sesuatu yang sulit dipelajari, sulit dipahami dan dianggap menyesatkan. Pada kenyataannya, filsafat merupakan aspek penting dalam kehidupan, perlu diketahui tidak semua gagasannya sulit untuk dimengerti dan diterapkan dalam kehidupan. Karena stigma awal yang jelek maka mindset masyarakat terutama generasi Z enggan untuk mempelajarinya, menganggap bisa menyesatkan, dan bukan solusi kehidupan. Secara tidak langsung filsafat membawa dampak yang baik bagi kehidupan, memiliki sisi postif bagi kehidupan. Setiap ilmu memiliki dasar untuk dipelajari ada step by step untuk menuju tingkat lebih tinggi, melalui filsafat seharus kita mengerti terkait dasar-dasar dari setiap pengetahuan, lebih kritis, lebih berhati-hati menerima informasi atau pengetahuan. Terlepas dari hal tersebut perkembangan zaman menjadi aspek atau factor rentannya problem tersendiri, terutama generasi Z yang disebut sebagai generasi internet, yang memiliki kepribadian mudah baperan dan memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Oleh karena itu melalui Stoic yang diajarkan oleh Marcus Aurelius yang mampu menjadi obat penawar atas problem atau ketergantungan yang tidak bisa dikendalikan, dan menjadi edukasi mengenai filsafat kepada generasi Z, mematahkan stiga buruk yang beredar di masyarkat mengenai filsafat. Metode yang dipakai pada penelitian adalah metode kualitatif, yang berbasis pada literatur atau studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, teknik kuesioner, dokumen yang berbasis literatur terkait dengan stoic. Hasil penelitian ini bahwa stoicisme yang di ajarkan Marcus Aurelius adalah sebuah filosofi hidup, pendekatan filosofis yang menekankan refleksi diri, dikotomi kendali, dan kesadaran diri dalam mencapai kebahagian. Salah satu konsep kunci dalam Stoicisme adalah prinsip "amor fati," atau keyakinan pada diri sendiri. Ajaran ini membantu individu mencapai pikiran yang lebih stabil dan positif, yang mengarah pada mentalitas yang lebih tangguh. Stoicisme juga menekankan pentingnya kesadaran dan refleksi diri dalam masyarakat modern, di mana interaksi sosial dan resolusi konflik sangat penting. Hal tersebut yang mampu diterapkan pada generasi Z ketika dalam kondisi yang kurang baik, secara mental, kebahagian dan lainnya. Dengan menerapkan Stoicisme, individu dapat menciptakan kehidupan yang lebih terkendali.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Stoicisme; Kebahagian; Marcus Aurelius; Generasi Z
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 180 Ancient, medieval, Oriental philosophy > 188 Stoic philosophy
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76237 - Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 27 Jul 2026 06:52
Last Modified: 28 Jul 2026 01:15
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30823

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics