Pengaruh pasang surut air laut terhadap visibilitas fajar shadiq : studi di Pantai Tirangan, Kabupaten Kendal
Ghaida, Mifthach (2025) Pengaruh pasang surut air laut terhadap visibilitas fajar shadiq : studi di Pantai Tirangan, Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2002046012MIFTHACH_GHAIDA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (7MB)
Abstract
Keadaan pasang surut air laut di Indonesia adalah salah satu sistem pasang surut yang paling rumit di dunia. Hal ini berkaitan dengan keadaan topografi dasar laut Indonesia yang kasar, garis pantainya yang rumit dan adanya interaksi perambatan gelombang pasang surut air laut dari arah Samudera Pasifik, Samudera Hindia hingga Laut China. Adanya perubahan ketinggian permukaan air laut pada saat pasang dan surut berdampak pula terhadap ketinggian tempat suatu daerah. Sedangkan dalam penentuan awal waktu shalat, perhitungan tinggi tempat suatu daerah diperlukan untuk menentukan besar kecilnya kerendahan ufuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe gelombang pasang surut di Pantai Tirangan, Pidodo Wetan, Patebon, Kendal dan juga untuk mengetahui apakah pasang surut air laut berpengaruh terhadap kenampakan visibilitas fajar shadiq di Pantai Tirangan, Pidodo Wetan, Patebon, Kendal.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengguankan pendekatan lapangan (Field Reserch). Yaitu dengan cara penulis melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder. Data kenampakan fajar didapatkan dengan melakukan observasi di Pantai Tirangan, Pidodo Wetan, Patebon, Kendal selama tujuh kali pengamatan dalam tiga fase bulan yakni pada saat new moon, quarter moon, dan full moon dengan bantuan alat Sky Quality Meter (SQM) dengan tipe LU-DL. Sedangkan untuk data pasang surut (fluktuasi) air laut menggunakan data berdasarkan aplikasi NAUTIDE dan juga pengukuran ketinggian air laut secara langsung pada perkiraan munculnya fajar shadiq.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan data prediksi pasang surut air laut tahun 2024 yang dikeluarkan oleh aplikasi NAUTIDE pro. dapat diketahui bahwasannya daerah Pantai Tirangan, Pidodo Wetan, Patebon, Kendal memiliki rata-rata terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dalam setiap harinya atau dalam 24 jam dengan range kisaran antara 0,14 – 1,16 meter. Maka dapat diketahui jika daerah Pantai Tirangan, Pidodo Wetan, Patebon, Kendal memiliki tipe pasang surut harian Tunggal dan jika dilihat berdasarkan range ketinggian gelombang pasang surutnya dalam klasifikasi Magori maka dapat dikatahui bahwasannya pada lokasi tersebut termasuk dalam katagori meso-tidal. Sedangkan berdasarkan observasi yang telah dilakukan pasang surut air laut hanya berpengaruh terhadap hasil detik dalam nilai kerendahan ufuk yang menjadi salah satu data dalam perhitungan munculnya fajar shadiq atau waktu Subuh. Namun secara perhitungan maupun hasil pengamatan langsung menggunakan alat Sky Quality Matter adanya fluktuasi permukaan air laut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenampakan visibilitas fajar shadiq.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pasang Surut; Visibilitas; Fajar Shadiq |
| Subjects: | 500 Natural sciences and mathematics > 520 Astronomy and allied sciences > 523 Specific celestial bodies and phenomena |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 01:37 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 01:37 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30843 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
