Pernikahan dini dan implikasinya terhadap hak perempuan dalam kesempatan melanjutkan pendidikan : studi kasus di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes

Febriyani, Debi (2025) Pernikahan dini dan implikasinya terhadap hak perempuan dalam kesempatan melanjutkan pendidikan : studi kasus di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102056077DEBI_FEBRIYANI] Text (SKRIPSI2102056077DEBI_FEBRIYANI)
SKRIPSI2102056077DEBI_FEBRIYANI-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Pernikahan dini masih terjadi di Kecamatan Paguyangan, salah satunya yaitu di Desa Pandansari. Pernikahan dini ini dilakukan oleh anak-anak yang baru saja lulus jenjang SLTA bahkan kebanyakan dari mereka hanya lulusan SLTP saja dengan rata-rata umur mereka yang masih 15-18 tahun dan pelaku pernikahan dini ini lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Dengan melakukan pernikahan dini, membuat perempuan yang terdapat di Desa Pandansari tidak mendapatkan haknya dalam pendidikan secara mutlak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pernikahan dini di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dan implikasinya terhadap hak perempuan dalam kesempatan melanjutkan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan bahwa pernikahan dini di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dilakukan oleh anak yang baru lulus SLTA dan kebanyakan hanya lulusan SLTP saja. Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah menetapkan batas usia minimal untuk melangsungkan perkawinan laki-laki maupun perempuan berusia 19 tahun. Selanjutnya implikasi pernikahan dini terhadap hak perempuan dalam kesempatan melanjutkan pendidikan yaitu kebanyakan perempuan yang menikah dini tidak melanjutkan pendidikannya dengan alasan karena keterbatasan ekonomi dan setelah menikah perempuan bertanggung jawab sebagai istri dan ibu. Hal tersebut membuat mereka kesulitan untuk meneruskan pendidikan, padahal pemerintah Kabupaten Brebes telah memberikan hak pendidikan dan penyelenggaraan Paket A, B atau C untuk warga melalui Peraturan Daerah Kabupaten Brebes Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Pernikahan dini; Pendidikan; Desa Pandansari
Subjects: 300 Social sciences > 360 Social services; association > 362 Social welfare problems and services
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74201 - Ilmu Hukum
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 28 Jul 2026 01:36
Last Modified: 28 Jul 2026 01:39
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30854

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics