Implementasi ancaman sanksi pidana terhadap pelaku penelantaran anak di Kota Semarang dalam prespektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus di Polrestabes Semarang
Azzahra, Tsabita Farras (2025) Implementasi ancaman sanksi pidana terhadap pelaku penelantaran anak di Kota Semarang dalam prespektif hukum positif dan hukum pidana Islam : studi kasus di Polrestabes Semarang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2102026076TSABITA_FARRAS_AZZAHRA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (17MB)
Abstract
Penelantaran anak merupakan salah satu bentuk kekerasan yang mengancam kesejahteraan anak, serta dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap aspek perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Permasalahan ini menjadi semakin penting mengingat anak merupakan bagian dari kelompok rentan yang hak-haknya harus dilindungi secara optimal. Urgensi dari penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memperkuat sistem perlindungan anak melalui penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penelantaran anak, khususnya di wilayah Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ancaman sanksi pidana terhadap pelaku penelantaran anak di Kota Semarang berdasarkan ketentuan dalam hukum positif Indonesia dan tinjauan hukum pidana Islam.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Adapun data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen. Setelah data terinput, dianalisis menggunakan metode analisis diskriptif.
Skripsi ini mengungkapkan dua temuan utama. Pertama, implementasi ancaman sanksi pidana di Kota Semarang dalam hukum positif dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan represif melalui penegakan hukum formal berdasarkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 77B, dan pendekatan restoratif sesuai Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif untuk kasus ringan yang melibatkan keluarga. Kedua, dalam perspektif hukum pidana Islam, penelantaran anak digolongkan sebagai tindakan yang dapat dijatuhi hukuman ta’zir, sanksi yang ditentukan hakim berdasarkan kemaslahatan dan kondisi pelaku. Hukuman ini bersifat fleksibel dan lebih menekankan pada aspek edukatif serta pembinaan moral.
Kata Kunci: Implementasi Sanksi, Penelantaran Anak, Perlindungan Anak
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sanksi; Penelantaran anak; Perlindungan anak |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.14 Religious Ceremonial Laws and Decisions |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > 74231 - Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 03:46 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 03:51 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30876 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
