Konseling keluarga dalam menumbuhkan keterbukaan diri pada mantan pengguna narkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah

Latif, Zaina Maulani Fauziyah (2025) Konseling keluarga dalam menumbuhkan keterbukaan diri pada mantan pengguna narkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2101016013ZAINA_MAULANI_FAUZIYAH_LATIF] Text (SKRIPSI2101016013ZAINA_MAULANI_FAUZIYAH_LATIF)
SKRIPSI2101016013ZAINA_MAULANI_FAUZIYAH_LATIF-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Mantan pengguna narkoba adalah orang yang telah sembuh dari kecanduan, tetapi proses pemulihan mereka panjang dan sulit. Mereka sering takut membuka diri, bahkan pada keluarga sendiri, karena khawatir mendapat diskriminasi dan memiliki pikiran negatif. Tanpa keterbukaan diri, pemulihan mereka akan terhambat. BNNP Jawa Tengah menggunakan konseling keluarga untuk membantu mantan pengguna narkoba lebih terbuka. Penelitian ini akan mempelajari bagaimana pelaksanaan konseling keluarga di BNNP Jawa Tengah membantu menumbuhkan keterbukaan diri pada mantan pengguna narkoba.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling keluarga dalam menumbuhkan keterbukaan diri pada mantan pengguna narkoba di BNNP Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data primer dari konselor, fasilitator, mantan pengguna narkoba dan keluarganya, serta data sekunder dari dokumentasi. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dengan analisis meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah Proses konseling keluarga di BNNP Jawa Tengah dapat menumbuhkan keterbukaan diri pada mantan pengguna narkoba (MPN) melalui penerapan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan melalui penerapan prinsip konseling keluarga. Penerapan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang fokus pada mengubah pola pikir negatif menjadi positif, mengenali pikiran yang terlalu berlebihan, dan pengelolaan perasaan. Adapun penerapan prinsip konseling keluarga meliputi melibatkan seluruh keluarga, konselor memperhatikan kesehatan fisik dan mental, dan konseling berkelanjutan untuk membangun kepercayaan mantan pengguna. Dengan penerapan teknik dan prinsip konseling keluarga di atas, mampu menumbuhkan ketebukaan diri pada mantan pengguna dilihat dari aspek 1) Ketepatan: Mantan pengguna mampu bercerita menyesuaikan informasi yang akan dibagikan agar menghindari diskriminasi; 2) Motivasi: Mantan pengguna mampu menumbuhkan dukungan dari diri sendiri sekaligus mendapat dukungan dari keluarga; 3) Waktu: Mantan pengguna mampu memilih situasi dan kondisi yang tepat sebelum memulai komunikasi dengan keluarganya; 4) Keintensifan: Mantan pengguna mampu menyampaikan informasi dengan menentukan batas yang jelas kepada orang lain sesuai tingkat kedekatannya; 5) Keluasan dan Kedalaman: Mantan pengguna memiliki kesadaran tentang informasi apa yang tepat dan kepada siapa informasi tersebut dibagikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Konseling keluarga; Keterbukaan diri; Mantan pengguna narkoba
Subjects: 100 Philosophy and psychology > 150 Psychology > 158 Applied psychology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > 70232 - Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 28 Jul 2026 02:42
Last Modified: 28 Jul 2026 02:42
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30892

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics