Analisis kritis penafsiran Sayyid Abu A'la Al-Maududi terhadap ayat kepemimpinan keluarga : perspektif hermeneutika gadamer

Fatichaturroyan, Aulia Putri (2025) Analisis kritis penafsiran Sayyid Abu A'la Al-Maududi terhadap ayat kepemimpinan keluarga : perspektif hermeneutika gadamer. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2104026072AULIA_PUTRI_FATICHATURROYAN] Text (SKRIPSI2104026072AULIA_PUTRI_FATICHATURROYAN)
SKRIPSI2104026072AULIA_PUTRI_FATICHATURROYAN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan isu kesetaraan gender (Equal Right’s Movement) yang digaungkan oleh perempuan di barat dan menyebar luas ke publik kemudian berinteraksi dengan konsep islam. Khususnya di Pakistan, hal ini merujuk pada QS. An-Nisa 4:[34] dimana ayat ini sering dianggap melegitimasi perempuan dalam kodrat yang subordinatif dari pada kaum laki-laki. Kondisi ini memicu berbagai penafsiran di kalangan para penafsir, salah satunya yaitu Sayyid Abu A'la Al-Maudūdī seorang tokoh mufassir asal Pakistan. Sebagai negara dan budaya patriarki yang kuat, Pakistan cenderung memiliki tradisi pemahaman agama yang cenderung tekstual. Dalam penafsirannya Maudūdi memberikan pandangan mengenai ayat kepemimpinan keluarga yang kerap menjadi perdebatan dalam diskursus gender islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penafsiran Al-Maudūdī terhadap ayat kepemimpinan keluarga dan meninjaunya dalam perspektif hermeneutika Gadamer. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang bersifat studi pustaka atau library research, menggunakan tafsir Tafhim Al- Qur'an sebagai sumber primer dan karya- karya Maudūdī yang lain serta literatur terkait sebagai sumber sekunder dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis kritis yang telah dilakukan hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya penafsiran Maudūdī bersifat patriarki, ini dapat dilihat dari penafsirannya yang menganggap bahwa laki- laki sebagai pengelola urusan wanita dan penguasa dimana laki-lakilah yang mengatur, mengelola semua urusan baik dalam rumah tangga maupun di dalam masyarakat. Dan dari analisis konsep hermeneutika Gadamer melalui historical consciousness, Pre-judice, Fusion Of horizons dan applications dapat dihasilkan bahwa penafsiran maududi ini tidak dapat dilepaskan dari tradisi dan budaya patriarki yang masih kental di daerah Pakistan, lingkungan keluarga dan juga pengaruh pemerintahan kolonial. Oleh karena itu penafsiran maududi ini tidak pernah lepas dari latar belakang historis, sosial dan budaya yang melingkupi kehidupan maududi, sehingga tafsir yang Ia hasilkan merupakan dialog antara Al-Qur'an kehidupan yang ia alami secara langsung.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Maududi; Tafhim Al-Quran; Gadamer; Kepemimpinan keluarga
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran > 297.1229 Individual Suras and Groups of Suras
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 28 Jul 2026 02:43
Last Modified: 28 Jul 2026 02:49
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30906

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics