Fenomena “marriage is scary” dalam perspektif sosiologi hukum keluarga islam: analisis terhadap penurunan minat perkawinan di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal

Khairunnisa, Putri Nadya (2025) Fenomena “marriage is scary” dalam perspektif sosiologi hukum keluarga islam: analisis terhadap penurunan minat perkawinan di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI_1902016172_PUTRI_NADYA_KHAIRUNNISA] Text (SKRIPSI_1902016172_PUTRI_NADYA_KHAIRUNNISA)
SKRIPSI1902016172PUTRI_NADYA_KHAIRUNNISA-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Data di Kelurahan Kebondalem tahun 2019-2023 ada 19 (54,3%) perkawinan menunjukkan penurunan angka yang signifikan. Salah satu penyebabnya dalam konteks globalisasi kemajuan di media sosial yang viral terkait dengan fenomena “marriage is scary”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan angka perkawinan di Kelurahan Kebondalem dan fenomena penurunan angka perkawinan di Kelurahan Kebondalem dalam perspektif sosiologi hukum keluarga.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara kepada 10 narasumber dari usia 19-55 tahun yang belum menikah di Kelurahan Kebondalem. Wawancara ini dilakukan dengan metode indept-interview sehingga penelitian ini menghasilkan jawaban dari narasumber secara mendalam.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Terdapat 2 faktor penurunan angka perkawinan di Kelurahan Kebondalem yaitu internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya kekhawatiran akan ketidakcocokan kepada pasangan, kesulitan menemukan yang satu fruekensi, belum siap lahir dan batin, kondisi ekonomi yang belum mencukupi. Sedangkan faktor eksternal diantaranya melihat berita fenomena menjadikan maraknya media sosial, KDRT, perselingkuhan. 2). Dalam perspektif sosiologi hukum keluarga, bahwasanya pertama terkait dengan UU No.16 Tahun 2019 telah berhasil melakukan perubahan sosial terhadap pemahaman kedewasaan dalam perkawinan di Kelurahan Kebondalem maka terjadi penundaan perkawinan. Kedua terjadi pergeseran norma sosial terkait usia ideal perkawinan dengan kecenderungan dengan menunda perkawinan hingga usia yang lebih dewasa di Kelurahan Kebondalem.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Penurunan Angka Perkawinan; Marriage is Scary
Subjects: 300 Social sciences
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:41
Last Modified: 29 Jul 2026 02:41
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30907

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics