Wahyu dalam pandangan Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed : studi komparatif
Daulay, Muhammad Mukhlis (2025) Wahyu dalam pandangan Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed : studi komparatif. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
SKRIPSI2004026054MUHAMMAD_MUKHLIS_DAULAY-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsep wahyu dalam Islam menurut Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed, dua pemikir Muslim kontemporer memahami wahyu secara berbeda dan apa implikasinya terhadap metodologi tafsir dan pemahaman Islam masa kini. Dalam dunia pendidikan, dakwah, bahkan legislasi syariah, pemahaman tentang wahyu sangat menentukan arah berpikir dan bertindak. Maka, perbandingan ini berdampak luas. Fazlur Rahman menekankan pendekatan holistik dan historis melalui konsep double movement, yang melihat wahyu sebagai respons terhadap konteks sejarah yang spesifik, tetapi tetap relevan untuk zaman modern melalui reinterpretasi nilai-nilainya. Abdullah Saeed, di sisi lain, mengembangkan teori hermeneutika Al-Qur'an yang fokus pada hierarki nilai (values hierarchy), dengan membedakan antara nilai inti, nilai universal, dan nilai kontekstual dalam wahyu. Melalui metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa meskipun kedua pemikir sama-sama menekankan pentingnya memahami konteks sejarah dan sosial dalam wahyu, mereka berbeda dalam aplikasi metodologinya. Fazlur Rahman lebih menekankan proses dialektis antara konteks sejarah dan universalitas wahyu, sementara Abdullah Saeed memberikan kerangka analitis yang lebih sistematis untuk memahami relevansi ayat dalam konteks modern. Penelitian ini juga membahas implikasi praktis dari kedua pendekatan tersebut dalam isu-isu kontemporer seperti hak asasi manusia, gender, dan pluralisme agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman dan Abdullah Saeed berpendapat bahwa wahyu memiliki makna etis dan moral yang sangat penting, wahyu harus dilihat sebagai panduan etis dan moral yang relevan untuk masa kini dan masa depan, wahyu memiliki makna yang dinamis dan kontekstual, dan juga berbeda dalam pendekatan metodologis. Fazlur Rahman mengembangkan teori Gerakan Ganda yang melibatkan pemahaman konteks historis dan penerapan makna ke konteks modern, sedangkan Abdullah Saeed lebih fokus pada aspek psikologis dan konteks sosio-historis wahyu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wahyu; Fazlur Rahman; Abdullah Saeed; Sosio historis |
| Subjects: | 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.1 Sources of Islam > 297.12 Al-Quran and Hadith > 297.122 Al-Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > 76231 - Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Upload Mandiri |
| Date Deposited: | 08 Aug 2026 02:48 |
| Last Modified: | 08 Aug 2026 02:48 |
| URI: | https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/30989 |
Actions (login required)
Downloads
Downloads per month over past year
