Penentuan besaran mut’ah dalam perkara cerai talak : studi analisis putusan Pengadilan Agama Semarang tahun 2023

Ikhsanuddin, Muhammad Farkhi (2025) Penentuan besaran mut’ah dalam perkara cerai talak : studi analisis putusan Pengadilan Agama Semarang tahun 2023. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2002016026MUHAMMAD_FARKHI_IKHSANUDDIN] Text (SKRIPSI2002016026MUHAMMAD_FARKHI_IKHSANUDDIN)
SKRIPSI2002016026MUHAMMAD_FARKHI_IKHSANUDDIN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (8MB)

Abstract

Mut’ah adalah hak perempuan setelah perceraian, sebagaimana diatur dalam Pasal 149 Kompilasi Hukum Islam, di mana bekas suami wajib memberikan mut’ah berupa uang atau benda, kecuali qobla dukhul. Namun, besaran mut’ah bervariasi dalam putusan Pengadilan Agama Semarang, seperti pada Putusan Nomor 1425/Pdt.G/2023/PA.Smg, Nomor 1529/Pdt.G/2023/PA.Smg,danPutusanNomor 2653/Pdt.G/2023/PA.Smg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Hakim di Pengadilan Agama Semarang dalam menentuan besaran mut’ah pada perkara cerai talak tahun 2023, dan untuk mengetahui istinbath hukum Hakim Pengadilan Agama Semarang dalam menentukan mut’ah pada Putusan Pengadilan Agama Semarang Tahun 2023.
Penelitian ini bersifat yuridis normatif, dengan mengkaji dokumen putusan Pengadilan Agama Semarang dan wawancara dengan hakim terkait. Bahan hukum primer berupa salinan putusan, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari wawancara dan bahan hukum lainnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa besaran mut’ah dalam cerai talak ditentukan oleh penghasilan suami, penghasilan suami menjadi factor utama untuk menetukan besaran mut’ah kemudian lamanya pernikahan, dan standar kehidupan layak disekitar mereka. Istinbath hukum hakim yang digunakan untuk menentukan besaran mut’ah pada perkara cerai talak menggunakan istinbath bayani, mereka berlandaskan pada teks eksplisit dari Al-Qur’an, terutama QS. Al-Baqarah ayat 236 dan menafsirkan ayat tersebut secara tekstual-normatif tanpa pendekatan rasional maslahat. Penetapan mut’ah dilakukan berdasarkan kemampuan ekonomi suami, sebagaimana diisyaratkan oleh lafadz nash, dan diputuskan dalam bentuk nominal yang dinilai wajar.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Istinbath Hukum; Mut’ah; Putusan Pengadilan
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.5 Islamic ethics, practice > 297.57 Religious experience, life, practice > 297.577 Marriage and family life
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 74230 - Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah)
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 08 Aug 2026 02:56
Last Modified: 08 Aug 2026 02:56
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31022

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics