Implikasi penentuan Kalender Hijriah Global Tunggal terhadap keseragaman waktu ibadah

Ayun, Fadlila Qurrata (2025) Implikasi penentuan Kalender Hijriah Global Tunggal terhadap keseragaman waktu ibadah. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

[thumbnail of SKRIPSI2102046035FADLILA_QURRATA_AYUN] Text (SKRIPSI2102046035FADLILA_QURRATA_AYUN)
SKRIPSI2102046035FADLILA_QURRATA_AYUN-0.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

Penanggalan Hijriah merupakan sistem kalender yang digunakan umat Islam untuk menentukan waktu ibadah, seperti awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Namun, perbedaan metode dalam menentukan awal bulan hijriah antara rukyat dan hisab sering menimbulkan ketidaksamaan pelaksanaan ibadah di berbagai negara dan bahkan dalam satu wilayah. Ketidakharmonisan ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang belum memahami dasar perbedaan tersebut. Oleh karena itu, gagasan tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) muncul sebagai solusi untuk menyatukan penanggalan Islam di seluruh dunia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi dari penetapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) terhadap keseragaman waktu ibadah, serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, serta dilengkapi dengan wawancara terhadap praktisi falak dari Muhammadiyah sebagai organisasi yang telah mengadopsi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender Hijriah Global Tunggal) KHGT mengusung prinsip “satu hari satu tanggal di dunia”. Kalender Hijriah Global Tunggal) KHGT dipandang selaras dengan maqashid syariah karena bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan dan persatuan umat Islam global.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) berpotensi besar dalam menciptakan keseragaman waktu ibadah umat Islam di seluruh dunia. Namun, tantangan utama dalam penerapannya adalah perbedaan pandangan fikih antar ormas Islam, keterikatan terhadap metode rukyat lokal, serta belum adanya otoritas tunggal yang diakui secara global. Diperlukan adanya kolaboratif dari pemerintah, organisasi keagamaan, serta lembaga astronomi internasional agar Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga simbol solidaritas umat Islam dunia dalam menyatukan waktu-waktu ibadah yang suci.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: Kalender Hijriah Global Tunggal; Keseragaman; Waktu Ibadah
Subjects: 200 Religion (Class here Comparative religion) > 290 Other religions > 297 Islam and religions originating in it > 297.2 Islam Doctrinal Theology, Aqaid and Kalam > 297.26 Islam and secular disciplines > 297.265 Islam and natural science (Incl. Islamic Astronomy/Ilmu Falak)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > 50202 - Ilmu Falak
Depositing User: Upload Mandiri
Date Deposited: 29 Aug 2026 05:32
Last Modified: 29 Aug 2026 05:32
URI: https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/31052

Actions (login required)

View Item
View Item

Downloads

Downloads per month over past year

View more statistics